RADARTUBAN - Adanya bencana alam tidak hanya berdampak pada kerusakan rumah maupun infrastruktur, tetapi juga pada perekonomian lokal.
Mengapa? Karena mata pencaharian terganggu, usaha-usaha kecil kehilangan pasar, dan arus distribusi terhambat.
Memperbaiki keadaan ekonomi pasca bencana alam memerlukan strategi yang tepat, seperti penanganan darurat, pemulihan cepat layanan dasar, dukungan bagi mata pencaharian, dan rekonstruksi yang meningkatkan ketahanan jangka panjang.
Untuk merealisasikan hal-hal tersebut, nyatanya Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki peran penting dalam mendukung kelangsungannya.
Langkah Pertama yang Bisa Dilakukan
Respons darurat yang menjaga kelangsungan hidup dan mobilitas ekonomi merupakan langkah pertama yang bisa dilakukan. Peran pemerintah pusat dan daerah maupun masyarakat di sekitar daerah terdampak sangat penting.
Peran yang dibutuhkan antara lain menyediakan kebutuhan pokok, membuka kembali akses jalan, serta memastikan adanya pasokan energi dan air bersih yang cukup.
Ini merupakan langkah pertama yang bisa menjadi pemulihan dasar agar pelaku usaha dapat segera berproduksi kembali, hingga rantai pasok tetap bisa berjalan.
Fokus Pemulihan Mata Pencaharian
Untuk memulihkan mata pencaharian masyarakat terdampak bencana, maka pemerintah bisa menyediakan bantuan tunai sementara, subsidi salah satunya input pertanian, perbaikan peralatan UMKM, serta program pelatihan untuk transisi ke aktivitas pengganti apabila sektor utama telah rusak.
Adapun menurut BNPB, rata-rata kebutuhan pemulihan dan rekonstruksi pasca bencana besar dapat mencapai lebih dari satu triliun rupiah, tergantung pada tingkat kerusakannya.
Langkah ini dapat menjadi dukungan terhadap UMKM lokal. Selain itu, juga dapat menyerap tenaga kerja lokal dan mempercepat multiplier effect dalam perekonomian wilayah.
Prinsip ini dapat disebut sebagai Build Back Better, di mana langkah yang dilakukan adalah mengintegrasikan mitigasi risiko ke dalam rekonstruksi. UNDRR menyebutkan bahwa prinsip Build Back Better adalah prinsip utama agar masyarakat menjadi lebih tahan terhadap bencana di masa depan.
Hal ini menjadi kunci agar pemulihan bukan hanya sekadar kembali ke kondisi lama, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Pembiayaan Pemulihan
Biaya pemulihan bisa berasal dari mana saja, contohnya anggaran pemerintah pusat/daerah, mekanisme asuransi, bantuan internasional, dan keterlibatan sektor swasta.
Rekonstruksi pasca bencana membutuhkan pendanaan yang cukup besar. Jadi, adanya perencanaan yang transparan dan prioritas kegiatan yang tepat menjadi hal yang penting.
Selain itu, keterlibatan komunitas lokal dan pelestarian kearifan lokal juga dapat mempercepat pemulihan serta menjaga keberlanjutan ekonomi.
Perbaikan ekonomi pasca bencana alam bukan tugas individu, melainkan memerlukan kerja sama.
Kombinasi tindakan cepat, dukungan sosial-ekonomi, investasi rekonstruksi yang cerdas dan tepat, serta partisipasi masyarakat.
Hal ini bertujuan agar pemulihan berlangsung lebih cepat dan lebih siap dalam menghadapi guncangan berikutnya yang sewaktu-waktu bisa terjadi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama