RADARTUBAN - Insiden yang baru terjadi di lingkungan SDN Kalibaru 01 Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis (12/11) pagi. menyebabkan sejumlah siswa mengalami luka‑luka.
Sebanyak lima korban saat ini dirawat di RSUD Koja, sementara 16 siswa lainnya mendapatkan perawatan di RSUD Cilincing.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un atas musibah yang terjadi pagi ini di SDN 01 Cilincing. Sebanyak 5 korban luka‑luka sedang dirawat di RSUD Koja, dan 16 lainnya di RSUD Cilincing,” tulis Pramono dalam keterangan unggahannya di Instagram.
Informasi tersebut disampaikan Pramono Anung melalui akun Instagram resminya, @pramonoanungw , pada Kamis siang.
Dalam unggahan tersebut berupa kunjungan video ke rumah sakit, Pramono tampak menjenguk salah satu korban yang tengah terbaring di ruang perawatan.
Korban tersebut salah satunya adalah guru dari SDN Kalibaru 01 Cilincing, Beliau sambil menangis menyampaikan kepada Pramono Anung bahwa kakinya mengalami patah.
"Patah kaki saya, pak," Ucap Guru yang menjadi korban
Dalam video itu, ia menyampaikan harapan agar peristiwa serupa tidak terulang lagi.
Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menanggung seluruh biaya pemulihan para korban. Selain itu, pemprov juga akan menyiapkan pendampingan psikologis bagi siswa yang terdampak.
“Pemerintah Jakarta akan bertanggung jawab atas biaya pemulihan korban juga memberikan pendampingan psikologis bagi para siswa/i,” ujarnya dalam keterangan yang sama.
Unggahan tersebut disambut berbagai komentar warganet. Yang memberikan dukungan penuh kepada gubernur DKI Jakarta.
"Yaallah gasalah pilih, punya pemimpin yang tulus sama rakyatnya," tulis akun @gusto_47
"Alhamdulillah langsung gercep, sehat terus pak....jamga lelah pimpin Jakarta," tulis akun @sarahcellbtg.
"Yang bertanggung jawab harusnya pemerintah pusat, karena ini program nasional, tapi impati gubernur DKI, salut," tulis akun @trensterid.
"Jujur saya salut sama pak gubernur ada kejadian langsung gercep, luar biasaa," tulis akun @netty_diana
Pramono Anung mendoakan Untuk korban agar cepat sehat dan pulih. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni