RADARTUBAN- Selama masa libur sekolah semester, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa seluruh penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap memperoleh asupan gizi secara konsisten dan berkelanjutan.
Meski kegiatan belajar mengajar di sekolah sedang libur, distribusi MBG tidak dihentikan, terutama bagi kelompok prioritas seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok 3B).
Program ini tetap berjalan enam hari dalam sepekan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas gizi masyarakat.
Baca Juga: BGN Terapkan SOP Ketat, Mobil Pengantar MBG Hanya Boleh Drop di Luar Halaman
MBG Tetap Jalan Meski Sekolah Libur
BGN menegaskan bahwa libur sekolah tidak menjadi alasan untuk menghentikan pemenuhan gizi.
Selain kelompok 3B, siswa dan guru tetap mendapatkan manfaat MBG melalui mekanisme distribusi yang disesuaikan dengan kondisi libur semester.
“Ini menunjukkan komitmen kami untuk terus menjaga keberlanjutan pemenuhan gizi, meskipun sekolah sedang libur,” demikian pernyataan BGN.
Baca Juga: Dinas Pendidikan Siapkan Pendampingan Trauma bagi Siswa Korban Insiden Mobil MBG di Cilincing
Skema Paket MBG Selama Libur Sekolah
Selama periode libur, BGN menerapkan sistem distribusi khusus melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam skema ini, setiap penerima manfaat memperoleh:
- Satu menu siap santap yang dimasak langsung oleh tim SPPG
- Dua paket MBG kemasan untuk dibawa pulang
Paket kemasan tersebut berisi roti, telur, susu, dan buah, yang telah dirancang sesuai dengan prinsip gizi seimbang serta mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG).
Penggunaan Dua Tas Jinjing untuk Jaga Transparansi
Untuk memastikan distribusi berjalan tertib dan transparan, BGN menerapkan sistem dua tas jinjing berwarna berbeda, yakni biru dan merah, yang wajib dimiliki oleh setiap SPPG. Tas-tas ini bersifat dapat digunakan kembali (reusable).
“Dengan adanya dua tas yang berbeda warna, petugas bisa langsung mengenali paket mana yang sudah diterima dan mana yang akan ditukar berikutnya,” jelas Hida, perwakilan BGN.
Metode ini diterapkan guna mencegah pengambilan ganda, menjaga akurasi data penerima, serta memastikan setiap paket sampai kepada pihak yang berhak.
Anggaran MBG Tetap Rp 15 Ribu per Penerima
BGN memastikan bahwa anggaran Rp15 ribu per penerima manfaat tetap diberlakukan selama libur sekolah. Anggaran tersebut mencakup tiga komponen utama, yakni:
- Harga bahan baku riil
- Biaya operasional minimum (di luar kompensasi relawan)
- Biaya sewa, yang dihitung berdasarkan rata-rata jumlah porsi saat operasional normal
Skema ini diharapkan tetap menjaga kualitas pangan tanpa mengurangi nilai gizi makanan yang disalurkan.
Batas Ketahanan Paket Demi Keamanan Pangan
BGN juga menetapkan aturan ketat terkait keamanan pangan. Paket MBG kemasan hanya dapat bertahan maksimal dua hari, guna mencegah risiko konsumsi makanan yang sudah melewati batas aman.
Isi paket dipilih dari bahan pangan yang tahan di suhu ruang, namun tetap memenuhi standar gizi dan keamanan konsumsi.
Distribusi Fleksibel Sesuai Kondisi Daerah
Untuk menyesuaikan kalender pendidikan yang berbeda di tiap daerah, distribusi MBG selama libur sekolah dibuat fleksibel.
Dalam kondisi tertentu, SPPG diperbolehkan membagikan paket MBG kemasan sehari sebelum libur dimulai, agar penerima tetap mendapatkan asupan gizi tanpa jeda.
Dengan kebijakan ini, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi penopang kesehatan dan tumbuh kembang masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan, meskipun aktivitas sekolah sedang berhenti sementara. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni