Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tips Bertahan Hidup Saat Mati Listrik Selama 7 Hari Ini Wajib Kamu Lakukan Jika Perkataan Dharma Pongrekun Terjadi

Bihan Mokodompit • Kamis, 15 Januari 2026 | 18:05 WIB
Tangkapan layar podcast Dharma pongrekun
Tangkapan layar podcast Dharma pongrekun

RADARTUBAN - Tips bertahan hidup saat mati listrik adalah hal penting yang wajib diketahui semua orang karena gangguan listrik bisa terjadi kapan saja dan berdampak luas pada kehidupan sehari-hari.

Dharma Pongrekun dan Kesiapsiagaan Darurat

Mantan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun, menyampaikan imbauan tentang pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kondisi darurat yang bisa datang tiba-tiba seperti bencana alam, gangguan keamanan, hingga krisis yang berdampak pada kehidupan.

Pongrekun menyarankan agar setiap keluarga menyiapkan panic kit atau perlengkapan darurat yang cukup untuk menopang kebutuhan dasar selama tujuh hari pertama masa krisis, karena fase ini sering kali menjadi periode paling krusial sebelum bantuan luar menjangkau penuh wilayah terdampak.

Panic kit tersebut idealnya mencakup persediaan makanan tahan lama, obat-obatan, senter dan baterai cadangan, alat komunikasi, serta power bank—semua ini menjadi modal penting jika listrik padam berhari-hari.

Baca Juga: Sampah Jadi Listrik, Pemerintah Siapkan 34 Proyek PSEL di Daerah Timbunan Tinggi

1. Manfaat Panic Kit untuk Bertahan

Persiapan panic kit merupakan inti dari persiapan darurat yang menggabungkan berbagai kebutuhan dasar.

Dengan panic kit, keluarga dapat memenuhi kebutuhan makanan, minuman, dan obat-obatan tanpa tergantung layanan luar saat listrik padam.

Selain itu, alat komunikasi cadangan seperti power bank dan senter membuat keluarga tetap terhubung dan aman saat gelap gulita.

Pongrekun menegaskan bahwa panic kit bukan dibuat untuk memicu kepanikan, tetapi sebagai langkah antisipatif yang bertanggung jawab terhadap kondisi yang tidak pasti.

2. Kesiapsiagaan dan Kemandirian Masyarakat

Dalam pernyataannya, Pongrekun menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat adalah bagian penting dari ketahanan nasional sehingga setiap orang perlu memiliki kesadaran untuk mandiri saat kondisi darurat, terutama ketika bantuan belum sepenuhnya tiba.

Kesiapsiagaan bukan hanya soal memiliki barang, tetapi juga tentang mental siap menghadapi perubahan cepat dan tetap tenang saat listrik padam lama.

3. Nasihat Ahli Kesiapsiagaan Darurat Internasional

Selain pernyataan tokoh nasional, nasihat dari pakar emergency preparedness internasional juga relevan untuk melengkapi pemahaman tips bertahan hidup saat mati listrik.

Ahli kesiapsiagaan seperti Aton Edwards dalam panduan-nya menggarisbawahi bahwa persiapan mengubah rasa takut menjadi aksi yang efektif dalam menghadapi krisis darurat.

Edwards menjelaskan bahwa persiapan darurat yang matang mencakup perencanaan, pengetahuan, dan pelatihan, sehingga saat situasi seperti mati listrik panjang terjadi, respon yang dilakukan bukan berdasarkan panik, tetapi strategi yang terukur.

Sementara itu, penulis survival internasional James Wesley Rawles, yang dikenal melalui karya-karyanya tentang ketahanan menghadapi krisis, menekankan bahwa seseorang perlu punya rencana dan sumber daya yang cukup untuk bertahan hidup dalam situasi tak terduga.

4. Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Setiap Rumah Tangga

Pongrekun meluruskan bahwa imbauannya bukan berarti meramalkan krisis besar, melainkan mengajak masyarakat untuk siap menghadapi kemungkinan terburuk dengan sumber daya dan peralatan dasar yang sudah tersedia di rumah.

Kesiapsiagaan komunitas juga dapat dikembangkan melalui edukasi kebencanaan dan kerja sama dengan pemerintah serta lembaga penanggulangan bencana.

Tips bertahan hidup saat mati listrik seharusnya tidak dianggap remeh. Pernyataan Dharma Pongrekun tentang pentingnya persiapan darurat selama tujuh hari pertama memberikan arah jelas bagi masyarakat agar selalu siap menghadapi krisis tanpa tergantung pada listrik atau layanan publik lain.

Kolaborasi antara kesadaran individual dan pendidikan kesiapsiagaan bersama keluarga serta komunitas dapat memperkuat ketahanan saat masa sulit seperti pemadaman listrik panjang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Dharma Pongrekun #Panic kit #mati listrik #tips bertahan hidup