Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Lubang Raksasa di Aceh Tengah Terus Melebar, Semakin Ancam Permukiman Warga

Rista Dwi Indarwati • Kamis, 12 Februari 2026 | 08:42 WIB
Fenomena lubang besar yang disertai gemuruh dan getaran membuat warga Aceh Tengah resah.  
Fenomena lubang besar yang disertai gemuruh dan getaran membuat warga Aceh Tengah resah.  

 

RADARTUBAN – Fenomena alam mengkhawatirkan tengah terjadi di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah.

Sebuah lubang besar yang dahulu hanya berupa lubang kecil, kini telah berkembang menjadi jurang raksasa yang mengancam keselamatan warga dan infrastruktur di sekitarnya.

Lubang tersebut terus mengalami pelebaran dari tahun ke tahun.

Selain semakin luas, fenomena ini juga kerap disertai suara gemuruh serta getaran kuat yang membuat masyarakat setempat diliputi rasa cemas.

Baca Juga: Kouelierakis Jadi Rebutan Tiga Raksasa Eropa, Inter Milan Hadapi Harga Mahal dari Wolfsburg

Bermula Sejak Awal 2000-an

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, lubang itu pertama kali muncul pada awal tahun 2000-an dalam skala kecil.

Namun, pergerakan tanah mulai semakin signifikan pascagempa besar tahun 2004 dan terus berkembang hingga sekarang.

Catatan BPBD menunjukkan, pada 2021 luasan lubang diperkirakan sekitar 20.000 meter persegi.

Memasuki 2026, luasannya meningkat drastis menjadi sekitar 30.000 meter persegi atau lebih dari tiga hektare.

Akibatnya, akses jalan utama yang menghubungkan Simpang Balik menuju Belang Mancung kini terputus total.

Malam Dengar Gemuruh, Pagi Melihat Tanah Jatuh

Warga yang tinggal di sekitar lokasi longsoran mengaku hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Suara runtuhan tanah dan getaran menjadi hal yang hampir setiap hari mereka rasakan.

“Kalau malam mendengar suara gemuruh. Selain suara, getaran juga terasa sekali. Kadang-kadang sekitar tiga jam sekali tanah dari atas jatuh ke bawah,” ujar salah seorang warga yang rumahnya berada hanya beberapa meter dari tepi lubang.

Kondisi semakin parah saat hujan turun. Sejumlah tiang listrik dan kabel telekomunikasi mulai roboh, seiring terus bergeraknya tanah di sekitar lokasi.

“Warga sangat resah. Mereka melapor kalau jalan ini sudah mau roboh. Kalau hujan lagi, pasti jatuh semua,” ungkap warga desa setempat.

Warga Menunggu Langkah Nyata

Hingga kini, lubang raksasa tersebut masih terus aktif bergerak. Fenomena ini tak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa warga.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Pengungsi Banjir Aceh Utara Masih 20.964 Jiwa

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, mulai dari kajian geologis mendalam, pemasangan rambu peringatan, hingga opsi relokasi bagi warga yang berada di zona paling rawan.

Jika tidak segera ditangani, lubang ini dikhawatirkan akan terus melebar dan menelan wilayah permukiman yang lebih luas. Bagi warga Kampung Pondok Balik, rasa takut “ditelan bumi” kini menjadi kenyataan yang harus mereka hadapi setiap hari. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#lubang raksasa #pondok #aceh