Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Heboh Guru SD di Jember Telanjangi 22 Murid, DPR Minta Sanksi Tegas hingga Pemecatan

Alifah Nurlias Tanti • Jumat, 13 Februari 2026 | 08:44 WIB

Dugaan penggeledahan tidak pantas yang dilakukan oknum guru terhadap siswa di Jember
Dugaan penggeledahan tidak pantas yang dilakukan oknum guru terhadap siswa di Jember

RADARTUBAN – Dunia pendidikan di Jember tengah diguncang oleh kasus yang membuat banyak orang resah.

Seorang guru di SDN Jelbuk 02, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, Jawa Timur, diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap murid-muridnya.

Peristiwa ini mencuat setelah para orang tua siswa melayangkan protes keras, menuntut keadilan dan perlindungan bagi anak-anak mereka.

DPR Minta Sanksi Tegas dan Efek Jera

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai tindakan seorang guru yang menelanjangi puluhan siswa di sebuah SD di Jember, Jawa Timur, tidak bisa dianggap sepele.

Ia menegaskan, hukuman berupa teguran atau mutasi saja tidak cukup. Menurutnya, harus ada langkah tegas yang memberi efek jera, bahkan sampai pada pemberhentian jika memang diperlukan.

“Rotasi saja tidak cukup, teguran pun tidak cukup. Semua tergantung kasusnya, karena bisa saja tindakan seperti ini membahayakan sekolah baru jika pelakunya tidak sadar bahwa itu adalah pelanggaran serius yang harus diberi sanksi tegas. Intinya, harus ada efek jera. Kalau memang diperlukan, pemberhentian juga bisa menjadi pilihan,” ujar Hetifah di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/2).

Baca Juga: Gegara Uang Hilang, Oknum Guru di Jember Paksa Murid Copot Baju, Langsung Diskors Dinas Pendidikan

Rekam Jejak Guru Perlu Ditelusuri

Ia menekankan, rekam jejak guru tersebut juga penting ditelusuri. Perlu dilihat apakah sebelumnya pernah melakukan pendekatan yang membuat siswa merasa tidak nyaman, atau bahkan melanggar prinsip-prinsip dasar dalam proses pembelajaran.

“Hal ini sangat penting untuk menjadi pelajaran bagi para pendidik lain, agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah-sekolah lain,” ujarnya.

Politikus Partai Golkar itu menyayangkan keras tindakan tersebut. Ia menilai perbuatan itu sama sekali tidak bisa dibenarkan, karena telah melanggar hak pribadi siswa dan bahkan berpotensi masuk dalam kategori kekerasan maupun pelecehan seksual.

“Jumlahnya sangat banyak. Meski ada alasan untuk memastikan apakah ada siswa yang menyembunyikan sesuatu, cara yang dipakai—apalagi sampai menelanjangi—jelas sangat mempermalukan dan bisa masuk kategori pidana, baik kekerasan maupun pelecehan seksual,” ujarnya dengan nada menyesalkan.

“Jangan sampai satu dugaan kesalahan justru membuat banyak anak dipermalukan. Dari puluhan siswa itu, kalaupun hanya ada satu yang melakukan, tidak seharusnya semuanya diperlakukan dengan cara seperti itu,” imbuhnya.

Kronologi Kejadian

Kasus ini bermula ketika wali kelas V SDN Jelbuk 02 mengaku kehilangan uang sebesar Rp 75 ribu. Sehari sebelumnya, ia juga mengatakan telah kehilangan Rp 200 ribu.

Untuk mencari uang yang hilang, guru tersebut menggeledah tas milik 22 siswa. Namun karena uang tidak ditemukan, ia kemudian menelanjangi para siswa.

Peristiwa ini pun viral di media sosial dan langsung menuai kecaman luas dari masyarakat. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pemecatan #SDN Jelbuk 02 #menelanjangi puluhan siswa #jember #dpr #guru #Jawa Timur