Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Zelensky Kesal AS Dinilai Lebih Menekan Ukraina Ketimbang Rusia dalam Perundingan Damai Jenewa

Ika Nur Jannah • Senin, 16 Februari 2026 | 11:33 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

RADARTUBAN – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluhkan tekanan berat dari Amerika Serikat yang dinilainya lebih sering mendesak Kyiv untuk memberikan konsesi dibanding menekan Rusia dalam proses perundingan damai.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membahas perkembangan negosiasi trilateral di Jenewa yang difasilitasi AS.

Soroti Tekanan Tidak Seimbang

Zelensky menegaskan bahwa Washington kerap membahas isu-isu sensitif hanya dalam konteks Ukraina, bukan Rusia.

Ia menilai pendekatan tersebut menciptakan tekanan yang tidak seimbang dalam proses diplomasi yang tengah berlangsung.

Menurutnya, sekutu Barat seharusnya lebih aktif menekan Moskow melalui sanksi yang lebih keras serta peningkatan pasokan senjata bagi Ukraina.

Baca Juga: Rusia Klaim Kediaman Putin Diserang 91 Drone Ukraina, Kyiv Bantah dan Trump Bereaksi

Harap Perundingan Lebih Serius

Pemimpin Ukraina itu berharap perundingan pekan depan dapat berjalan lebih serius dan konstruktif, meskipun ia mengakui kedua pihak kerap berbicara dalam kerangka yang berbeda.

Zelensky juga menekankan pentingnya jaminan keamanan jangka panjang, setidaknya selama 20 tahun, guna mencegah potensi invasi Rusia di masa mendatang.

Rusia Tuntut Penarikan Pasukan

Dalam negosiasi tersebut, Rusia disebut menuntut Ukraina menarik pasukan dari wilayah Donetsk.

Namun, Kyiv menolak tuntutan itu tanpa adanya jaminan keamanan kuat dari negara-negara Barat.

Zelensky juga mengaku terkejut atas pergantian delegasi Rusia dalam perundingan di Jenewa. Ia menilai langkah tersebut sebagai upaya menunda tercapainya kesepakatan.

Meski demikian, ia optimistis keterlibatan negara-negara Eropa dapat mempercepat tercapainya perdamaian, walaupun gagasan itu mendapat penolakan dari Moskow. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#rusia #presiden ukraina #jenewa #Volodymyr Zelenskyy