RADARTUBAN – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengeluhkan tekanan berat dari Amerika Serikat yang dinilainya lebih sering mendesak Kyiv untuk memberikan konsesi dibanding menekan Rusia dalam proses perundingan damai.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membahas perkembangan negosiasi trilateral di Jenewa yang difasilitasi AS.
Soroti Tekanan Tidak Seimbang
Zelensky menegaskan bahwa Washington kerap membahas isu-isu sensitif hanya dalam konteks Ukraina, bukan Rusia.
Ia menilai pendekatan tersebut menciptakan tekanan yang tidak seimbang dalam proses diplomasi yang tengah berlangsung.
Menurutnya, sekutu Barat seharusnya lebih aktif menekan Moskow melalui sanksi yang lebih keras serta peningkatan pasokan senjata bagi Ukraina.
Baca Juga: Rusia Klaim Kediaman Putin Diserang 91 Drone Ukraina, Kyiv Bantah dan Trump Bereaksi
Harap Perundingan Lebih Serius
Pemimpin Ukraina itu berharap perundingan pekan depan dapat berjalan lebih serius dan konstruktif, meskipun ia mengakui kedua pihak kerap berbicara dalam kerangka yang berbeda.
Zelensky juga menekankan pentingnya jaminan keamanan jangka panjang, setidaknya selama 20 tahun, guna mencegah potensi invasi Rusia di masa mendatang.
Rusia Tuntut Penarikan Pasukan
Dalam negosiasi tersebut, Rusia disebut menuntut Ukraina menarik pasukan dari wilayah Donetsk.
Namun, Kyiv menolak tuntutan itu tanpa adanya jaminan keamanan kuat dari negara-negara Barat.
Zelensky juga mengaku terkejut atas pergantian delegasi Rusia dalam perundingan di Jenewa. Ia menilai langkah tersebut sebagai upaya menunda tercapainya kesepakatan.
Meski demikian, ia optimistis keterlibatan negara-negara Eropa dapat mempercepat tercapainya perdamaian, walaupun gagasan itu mendapat penolakan dari Moskow. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni