Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gen Z dan Kekayaan Global: Dari Tahta Konglomerat Lama sampai Mesin Uang Digital

Tulus Widodo • Senin, 23 Februari 2026 | 09:08 WIB

Zahan Mistry dan Firoz Mistry daftar orang terkaya dunia
Zahan Mistry dan Firoz Mistry daftar orang terkaya dunia

RADARTUBAN — Pergeseran kekuatan ekonomi global kini makin kentara.

Bukan lagi sekadar dominasi taipan generasi lama, daftar orang terkaya dunia mulai diisi wajah-wajah Gen Z—usia 20-an, aset puluhan hingga ratusan triliun rupiah, dan pengaruh lintas sektor.

Namun membaca fenomena ini secara hitam-putih akan menyesatkan. Ada dua jalur besar yang membentuk kekayaan mereka: warisan konglomerasi mapan dan lonjakan bisnis teknologi masa depan.

Baca Juga: Forbes Rilis Tim Olahraga Terkaya 2025, Dominasi Amerika Masih Sulit Digoyang

Data Forbes yang dikutip SahamTalk menempatkan mereka sebagai Gen Z terkaya dunia—lahir antara 1997–2012—dengan nilai kekayaan yang tak sekadar angka, melainkan peta arah ekonomi global hari ini.

Warisan Lama, Kendali Baru

Di puncak daftar, Zahan Mistry dan Firoz Mistry menjadi contoh paling gamblang bagaimana kekuatan industri lama masih sangat relevan.

Keduanya adalah ahli waris Tata Group, konglomerasi India dengan gurita bisnis dari baja, otomotif, teknologi, hingga energi.

Melalui portofolio raksasa—termasuk Jaguar Land Rover—nilai kekayaan masing-masing diperkirakan sekitar Rp 79 triliun.

Pola serupa terlihat pada Clemente Del Vecchio dan Luca Del Vecchio, pewaris EssilorLuxottica.

Industri kacamata yang tampak sederhana ternyata menyimpan mesin uang global: manufaktur, lisensi merek, hingga distribusi lintas benua.

Hasilnya, kekayaan masing-masing berada di kisaran Rp 76 triliun.

Di Jerman, Kevin David Lehmann menegaskan bahwa ritel kebutuhan sehari-hari bukan bisnis kecil.

Sebagai pemegang saham utama dm-drogerie markt, pemuda 22 tahun itu mengantongi sekitar Rp 54,3 triliun—datang dari sektor yang jarang disorot, tapi stabil dan masif.

Teknologi: Aset Baru Bernilai Strategis

Jika warisan memberi keunggulan awal, teknologi memberi lompatan. Alexandr Wang membangun kekayaannya dari nol lewat Scale AI, penyedia data pelatihan kecerdasan buatan yang kliennya mencakup raksasa teknologi hingga militer Amerika Serikat.

Di usia 27 tahun, Wang telah mengantongi sekitar Rp31 triliun—menegaskan AI kini setara minyak dan baja dalam menentukan arah ekonomi dunia.

Sementara itu, Remi Dassault bergerak di jalur industri strategis Prancis melalui Dassault Group.

Dari pesawat tempur Rafale hingga perangkat lunak desain, bisnis ini bersinggungan langsung dengan geopolitik dan pertahanan negara.

Nilai kekayaannya ditaksir Rp 35,7 triliun—besar, sensitif, dan sarat kepentingan global.

“Mainan” Digital yang Menjadi Mesin Uang

Asia Timur menyumbang cerita lain. Kim Jung-youn dan Kim Jung-min adalah pewaris Nexon, raksasa gim online di balik MapleStory dan KartRider.

Industri yang kerap diremehkan itu justru mengalirkan emas digital, mengantarkan kekayaan masing-masing sekitar Rp 26,4 triliun.

Dari Amerika Latin, Livia Voigt muncul sebagai wajah muda industri berat.

Kepemilikan sahamnya di WEG—produsen motor listrik dan transformator global—menghasilkan kekayaan sekitar Rp 20,2 triliun. Energi dan elektrifikasi kembali menunjukkan taringnya.

Bukan Satu Cerita, Bukan Satu Pelajaran

Daftar Gen Z terkaya dunia menyimpan kontras tajam. Sebagian membangun bisnis dari ide, data, dan teknologi berisiko tinggi.

Sebagian lain lahir di tengah struktur kekayaan yang telah mapan dan teruji puluhan tahun.

Benang merahnya jelas: pusat kekayaan global sedang bergeser, ke teknologi, industri strategis, energi, dan hiburan digital.

Namun kisah ini juga mengingatkan—akses modal, struktur ekonomi, dan timing sejarah sering kali lebih menentukan daripada narasi kerja keras individual semata.

Bagi generasi muda, ini bukan sekadar daftar untuk dikagumi. Ini peta kekuatan dunia yang sedang berubah—dan pertanyaan besar tentang siapa yang benar-benar punya peluang ikut bermain. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#ekonomi global #Forbes #Gen Z #Firoz Mistry #daftar orang terkaya dunia #Starup #Zahan Mistry