Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Seskab Teddy Tegaskan Program Makan Bergizi Gratis Tak Pangkas Anggaran Pendidikan Rp769 Triliun

Siti Rohmah • Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:29 WIB

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

RADARTUBAN - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menyebabkan pemotongan anggaran pendidikan.

Ia menyatakan anggapan yang menyebut MBG menggerus dana pendidikan hingga berdampak pada sekolah dan kesejahteraan guru merupakan narasi yang tidak tepat.

Isu Pemangkasan Anggaran Pendidikan Disebut Keliru

“Ada sebagian kecil pihak yang menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis mengurangi anggaran pendidikan, sehingga sekolah terbengkalai dan guru tidak diperhatikan. Saya tegaskan, narasi tersebut keliru,” ujar Teddy di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.

Baca Juga: Rekrutmen Dapur MBG Tuban Dikritik PERTUNI, Dinilai Abaikan Perda Disabilitas

Alokasi Anggaran Pendidikan Tetap Sesuai Kesepakatan APBN

Teddy menjelaskan bahwa alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun berjalan, yakni Rp 769,1 triliun, telah disepakati bersama pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat sejak tahun sebelumnya, termasuk rincian penggunaannya.

Dengan kesepakatan tersebut, kata dia, tidak ada pengalihan anggaran pendidikan secara sepihak untuk membiayai program MBG.

Seluruh program strategis pendidikan yang telah berjalan pada periode pemerintahan sebelumnya juga tetap dilanjutkan.

Program Bantuan Pendidikan Tetap Berjalan dan Bertambah

Ia menyebutkan, program bantuan pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP) masih berjalan.

Bahkan, pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menambah inisiatif baru berupa Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak putus sekolah atau yang belum memperoleh akses pendidikan.

Renovasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran Diperkuat

Menanggapi isu kerusakan sekolah akibat keterbatasan anggaran, Teddy menjelaskan bahwa pengelolaan SMA merupakan kewenangan pemerintah provinsi, sedangkan SD dan SMP berada di bawah pemerintah kabupaten dan kota.

Pada 2025, pemerintah telah melakukan renovasi terhadap sekitar 16 ribu sekolah dengan total anggaran mencapai Rp17 triliun melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Selain itu, pemerintah juga memperkuat digitalisasi pembelajaran dengan menyalurkan sekitar 280 ribu unit televisi digital ke sekolah-sekolah pada 2026, yang jumlahnya direncanakan terus ditingkatkan pada tahun berikutnya.

Program MBG Ditujukan Perkuat Kualitas SDM

Teddy menegaskan bahwa program MBG dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini, sehingga pada akhirnya justru memperkuat ekosistem pendidikan secara menyeluruh.(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#program Makan Bergizi Gratis #anggaran pendidikan #pemotongan anggaran #Mbg #Teddy Indra Wijaya #APBN