RADARTUBAN – Presiden Prabowo Subianto menyoroti ketidakmampuan sejumlah pemimpin dunia dalam menjaga stabilitas perdamaian global di tengah situasi internasional yang penuh ketidakpastian.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Presiden memberikan sambutan pada peringatan Nuzulul Quran tingkat kenegaraan 1447 H yang digelar di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa malam (10/3).
Dalam pidatonya, Prabowo menilai kondisi dunia saat ini dipenuhi berbagai potensi bahaya dan ketegangan, sementara sejumlah pemimpin yang memiliki kekuatan besar dinilai belum mampu menjaga stabilitas perdamaian secara efektif.
“Di tengah dunia sekarang yang penuh ketidakpastian, bahkan penuh bahaya, di mana banyak pemimpin di dunia yang memiliki kekuatan besar tidak dengan lancar menjaga perdamaian,” ujar Prabowo.
Ajak Bangsa Indonesia Perkuat Persatuan
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memperkuat persatuan dan kerukunan sebagai langkah menghadapi dinamika global.
Pesan tersebut juga disampaikan melalui keterangan resmi yang diunggah di akun Instagram Presiden Republik Indonesia.
Prabowo menekankan bahwa kerukunan antar masyarakat tanpa memandang suku, ras, maupun agama menjadi modal penting bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas nasional.
Baca Juga: Anggota DPR Desak Pemerintah Segera Tarik Indonesia dari Dewan Perdamaian Gagasan Trump
Komitmen Jaga Hubungan Internasional
Selain itu, Presiden menegaskan komitmennya untuk terus melindungi seluruh rakyat Indonesia sekaligus menjaga hubungan baik dengan berbagai negara di dunia.
Menurutnya, upaya memperkuat persatuan nasional serta menjalin kerja sama internasional yang harmonis merupakan bagian penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa di tengah kondisi global yang dinamis. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni