RADARTUBAN – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menargetkan sekitar lima juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Timur bergabung sebagai anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Target tersebut disampaikan saat kegiatan kolaborasi KDMP dan PKH di Desa Gejugjati, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (10/3).
Melalui unggahan akun Instagram Kementerian Sosial Republik Indonesia, Gus Ipul menyebut keterlibatan dalam koperasi akan membuka peluang bagi keluarga penerima manfaat untuk lebih mandiri secara ekonomi.
Baca Juga: Heboh Pendamping PKH Bekasi Ungkap Tak Bergaji, Bupati Balas Ada Rp 500 Ribu Tiap 3 Bulan
Bansos Bersifat Sementara
Menurut Gus Ipul, bantuan sosial hanya bersifat sementara sehingga penerima manfaat perlu terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif melalui koperasi desa.
Sebagai anggota koperasi, mereka tidak lagi hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemilik usaha yang berhak memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU) dari aktivitas koperasi tersebut.
Di Kabupaten Pasuruan sendiri tercatat sekitar 229 ribu KPM yang akan didorong bergabung dalam KDMP sebagai bagian dari sinergi antara perlindungan sosial dan penguatan ekonomi desa.
Baca Juga: Banyak Bansos Cair Mulai Januari 2026, Cek Penerima PKH dan BPNT Berikut Caranya
Pentingnya Data Tepat Sasaran
Mensos juga menyoroti pentingnya penggunaan data yang tepat sasaran dalam penanganan kemiskinan, sesuai arahan Presiden agar program bantuan pemerintah dapat berjalan lebih efektif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah, serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.
Penggerak Ekonomi Akar Rumput
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan simbolis kartu anggota koperasi, bantuan sembako, serta dukungan program pemberdayaan masyarakat.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menambahkan bahwa kolaborasi antara PKH dan KDMP diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat dari tingkat desa.
Ia menyebut pembangunan gudang dan gerai koperasi desa yang tengah berlangsung akan memperkuat ekosistem ekonomi di tingkat akar rumput.
Filosofi “bansos sementara, berdikari selamanya” pun menjadi pesan utama bagi keluarga penerima manfaat agar mampu meningkatkan kesejahteraan melalui kegiatan ekonomi produktif. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni