RADARTUBAN - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyambut positif permintaan maaf dari Rismon Hasiholan Sianipar terkait tudingan ijazah palsu mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Gibran menilai langkah itu tepat di tengah bulan Ramadan yang penuh ampunan.
Momentum Ramadan untuk Saling Memaafkan
Gibran menyebut bulan Ramadan sebagai momen ideal untuk saling memaafkan dan mempererat tali persaudaraan.
Ia juga menghargai sikap dewasa Rismon yang mengklarifikasi temuan penelitiannya sebelumnya dan mengajukan restorative justice.
Langkah ini dinilai mencerminkan kematangan dalam berdemokrasi.
Baca Juga: Jokowi Ungkap Dugaan Operasi Politik Besar di Balik Tuduhan Ijazah Palsu yang Terus Bergulir
Klarifikasi Rismon Melalui YouTube
Rismon, yang sebelumnya menjadi tersangka dalam kasus tudingan ijazah palsu tersebut, mengunggah video klarifikasi melalui kanal YouTube Balige Academy.
Dalam video tersebut, ia mengakui adanya temuan baru dari penelitian lanjutan yang membuktikan tidak adanya manipulasi digital pada ijazah Jokowi dari Universitas Gadjah Mada.
Dalam video klarifikasi lanjutan berdurasi 3 menit 37 detik, Rismon menyampaikan enam poin yang ingin disampaikan kepada publik.
Siap Minta Maaf Langsung kepada Jokowi
Rismon menyatakan keluar dari polemik ijazah Jokowi dan Gibran, serta berjanji akan menyanggah bukunya sendiri yang berjudul Buku Putih Jokowi.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf secara pribadi dan berencana menyampaikannya langsung kepada Jokowi di Solo.
Selain itu, ia mengajukan penyelesaian hukum melalui mekanisme restorative justice (RJ).
“Dari hati saya yang paling dalam demi kejujuran dan objektivitas penelitian terhadap permasalahan tersebut dengan ini saya memohon maaf kepada bapak Jokowi dan Bapak Gibran Rakabuming Raka. Besar harapan saya bapak Jokowi menerima permohonan maaf saya ini,” ucap Rismon dalam video di kanal YouTube Balige Academy.
Mengimbau Pihak Lain Ikuti Langkah Serupa
Rismon juga mengimbau pihak lain yang terlibat dalam polemik tersebut agar membuka hati dan pikiran untuk mengikuti langkah yang akan ia tempuh.
“Saya menghimbau kepada pihak lain yang terlibat dalam permasalahan ini untuk segera membuka hati dan pikiran agar dapat mengikuti langkah yang akan saya tempuh ini,” ujarnya.
Kasus ini berawal dari tudingan Rismon mengenai keaslian ijazah S1 Jokowi dari UGM.
Namun kini, ia menegaskan tidak ada keraguan terhadap keaslian dokumen tersebut setelah melakukan analisis ulang terhadap watermark dan embos pada ijazah. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni