RADARTUBAN - Dunia sepak bola Italia kembali menyorot nama Indonesia. Kali ini bukan dari pemain di lapangan, melainkan dari ruang rapat pemilik klub.
Majalah bisnis ternama dunia, Forbes, menempatkan Hartono bersaudara (Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono) sebagai pemilik klub terkaya di Serie A.
Dua konglomerat Indonesia pemilik Group Djarum itu tercatat memiliki kekayaan gabungan mencapai US$ 38,5 miliar atau sekitar Rp 600 triliun.
Baca Juga: Forbes Rilis Tim Olahraga Terkaya 2025, Dominasi Amerika Masih Sulit Digoyang
Mereka adalah pemilik klub Como 1907, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi proyek ambisius di sepak bola Eropa.
Besarnya kekayaan itu membuat mereka jauh meninggalkan para pemilik klub lain di kompetisi kasta tertinggi Italia.
Dominasi Pengusaha Asia di Serie A
Menurut laporan Forbes, Hartono bersaudara menempati posisi teratas dalam daftar pemilik klub Serie A yang masuk kategori miliarder dunia.
Di posisi kedua ada pengusaha Amerika Serikat Dan Friedkin, pemilik AS Roma, dengan kekayaan sekitar US$ 11,4 miliar.
Sementara posisi ketiga ditempati keluarga Joey Saputo, pemilik Bologna FC 1909, dengan estimasi kekayaan US$ 6,4 miliar.
Daftar tersebut juga memunculkan nama baru dari klub raksasa Italia. Pemilik AC Milan, Gerry Cardinale, untuk pertama kalinya masuk daftar miliarder Forbes dengan kekayaan sekitar US$ 1,8 miliar.
Cardinale masih berada di bawah Howard Marks, pendiri Oaktree Capital Management, yang memiliki kekayaan sekitar US$ 2,2 miliar.
Como Jadi Proyek Ambisi Hartono Bersaudara
Kehadiran Hartono bersaudara di sepak bola Eropa bukan sekadar investasi biasa. Sejak mengambil alih Como 1907, klub kecil dari wilayah Lombardia itu berubah drastis.
Dalam beberapa musim terakhir, Como mempercepat pembangunan klub: memperkuat skuad, membenahi stadion, hingga mengembangkan citra global klub.
Dukungan finansial yang kuat membuat klub tersebut perlahan berubah menjadi proyek serius di sepak bola Italia.
Bagi banyak pengamat, kekuatan finansial pemilik menjadi faktor penting dalam membangun klub modern, mulai dari transfer pemain, pengembangan akademi, hingga ekspansi komersial.
Peta Kepemilikan Klub Italia Berubah
Fenomena ini juga mencerminkan perubahan besar di sepak bola Italia. Jika dulu klub-klub Serie A didominasi keluarga pengusaha lokal, kini kepemilikan semakin global.
Investor dari Amerika, Kanada, hingga Asia masuk membawa model bisnis baru. Kapital besar menjadi senjata utama untuk bersaing di era sepak bola modern yang semakin mahal.
Namun, kekayaan pemilik tidak selalu menjamin kesuksesan instan di lapangan.
Banyak klub dengan pemilik super kaya tetap harus berjuang keras membangun identitas tim, struktur manajemen, serta strategi olahraga yang tepat.
Simbol Baru Kekuatan Finansial Asia di Sepak Bola Eropa
Masuknya Hartono bersaudara sebagai pemilik klub terkaya di Serie A menjadi simbol meningkatnya pengaruh Asia dalam industri sepak bola global.
Dengan kekayaan yang jauh melampaui pemilik klub lain di Italia, sorotan kini tertuju pada bagaimana proyek Como akan berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Jika investasi tersebut berjalan konsisten, bukan tidak mungkin klub kecil dari tepi Danau Como itu suatu hari mampu menantang dominasi raksasa-raksasa Serie A. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni