RADARTUBAN - Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah petani di Eropa mulai menerapkan metode pertanian ramah lingkungan dengan menanam bunga di sekitar lahan padi atau tanaman pangan lainnya.
Teknik ini dikenal sebagai sistem polikultur atau sering juga disebut rekayasa ekologi dalam pertanian.
Metode Ramah Lingkungan Kurangi Pestisida
Tujuan utama dari metode ini adalah mengurangi serangan hama secara alami tanpa bergantung pada pestisida kimia.
Pada sistem ini, bunga ditanam di tepi atau di antara tanaman utama seperti padi.
Bunga-bunga tersebut berfungsi sebagai tanaman refugia, yaitu tanaman yang menyediakan habitat bagi serangga bermanfaat seperti predator alami hama dan serangga penyerbuk.
Dengan adanya bunga, ekosistem di lahan pertanian menjadi lebih seimbang karena kehadiran musuh alami hama meningkat.
Menarik Predator Alami Hama
Penelitian menunjukkan bahwa keberadaan tumbuhan berbunga di sekitar lahan pertanian dapat meningkatkan keragaman serangga, termasuk predator alami yang memangsa hama tanaman.
Hal ini membantu menekan populasi hama sehingga kerusakan pada tanaman dapat berkurang secara signifikan.
Selain itu, metode ini juga mampu meningkatkan hasil panen karena tanaman tumbuh dalam ekosistem yang lebih stabil.
Beberapa jenis bunga yang sering digunakan sebagai tanaman pendamping antara lain bunga matahari, kenikir, dan pacar air.
Bunga-bunga tersebut menarik serangga predator seperti laba-laba dan kumbang yang dapat memangsa hama seperti wereng atau penggerek batang padi.
Dalam penelitian lain, penanaman tanaman berbunga di sekitar padi juga terbukti membantu meningkatkan populasi laba-laba sebagai predator alami hama.
Dukung Pertanian Berkelanjutan
Pendekatan ini juga memiliki manfaat lingkungan. Dengan berkurangnya penggunaan pestisida kimia, tanah dan air menjadi lebih terjaga dari pencemaran.
Selain itu, keanekaragaman hayati di sekitar lahan pertanian juga meningkat karena banyak organisme yang dapat hidup di habitat tersebut.
Metode polikultur ini kini semakin populer di berbagai negara karena dianggap sebagai solusi pertanian berkelanjutan.
Selain ramah lingkungan, cara ini juga membantu petani menghemat biaya produksi yang biasanya digunakan untuk membeli pestisida.
Oleh karena itu, banyak ahli pertanian mendorong penerapan sistem ini sebagai bagian dari strategi pengendalian hama terpadu.
Jika metode ini diterapkan secara luas, pertanian di masa depan berpotensi menjadi lebih berkelanjutan, produktif, dan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem alam. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni