RADARTUBAN- Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai mengaktifkan kembali kebiasaan menulis tangan bagi siswa sekolah untuk melatih keterampilan motorik dan kemampuan berpikir.
Langkah ini diambil di tengah maraknya penggunaan teknologi digital dan AI yang frekuensinya memicu kemalasan intelektual siswa.
Baca Juga: Banding Kasus Dugaan Bullying SD Penabur Dipersoalkan, Kemendikdasmen Turun Tangan
Dorongan dari Menteri Abdul Mu'ti
Menteri Kemendikdasmen Abdul Mu'ti menyatakan bahwa siswa boleh memanfaatkan Interactive Flat Panel (IFP) atau video pembelajaran, tetapi ringkasan tugas wajib ditulis tangan.
Menurutnya, menulis tangan tidak hanya mengembangkan gagasan, tetapi juga melatih motorik seluruh tangan, berbeda dengan mengetik di ponsel yang hanya menggunakan dua jari.
Baca Juga: Sekolah Terdampak Bencana Tetap Belajar, Ini Aturan SE Kemendikdasmen 2026
Arahan Presiden Prabowo Sejak 2025
Inisiatif ini sejalan dengan Arahan Presiden Prabowo Subianto sejak Sidang Kabinet Paripurna Oktober 2025, yang meminta pengembalian pelajaran menulis tangan agar tulisan siswa lebih besar dan menghindari masalah penglihatan.
Presiden juga mendorong Kementerian Keuangan menyediakan buku tulis gratis, karena banyak siswa menulis kecil demi hemat kertas.
Kebijakan ini kini mulai diimplementasikan dalam kurikulum baru pasca-penetapan SKB pemanfaatan AI di pendidikan pada Maret 2026. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni