Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Antrean Belasan Km di Pelabuhan Gilimanuk, ASDP Terapkan Skema TBB dan Buffer Zone

Adinda Dwi Wahyuni • Selasa, 17 Maret 2026 | 19:10 WIB

 

Ilustrasi lonjakan arus kendaraan logistik di lintasan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang
Ilustrasi lonjakan arus kendaraan logistik di lintasan penyeberangan Gilimanuk–Ketapang

RADARTUBAN – Memasuki puncak arus mudik Lebaran 2026, kondisi lalu lintas menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, terpantau mengalami kepadatan luar biasa.

Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga belasan kilometer sejak Jumat pekan lalu.

Para pemudik bahkan harus rela tertahan hingga 24 jam untuk bisa masuk ke dalam kapal penyeberangan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Sekretaris Perusahaan (Korsek) PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, mengungkapkan bahwa lonjakan volume kendaraan ini dipicu oleh tingginya antusiasme masyarakat yang memilih mudik lebih awal.

Selain itu, adanya rencana penutupan pelabuhan sementara untuk menghormati hari raya Nyepi juga menjadi alasan warga mempercepat jadwal keberangkatan mereka.

Baca Juga: Cegah Kapal Terjebak, Endapan di Dermaga Pelabuhan Gilimanuk Digali

Lonjakan Penumpang Capai 309 Ribu Orang

Berdasarkan data kumulatif dari H-10 hingga H-5, ASDP mencatat ada sebanyak 309.135 penumpang yang telah diseberangkan dari Gilimanuk ke Ketapang.

Angka ini menunjukkan kenaikan tipis sekitar 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, jumlah kendaraan mencapai 97.787 unit atau naik 2,8 persen.

Windy menyebutkan bahwa kepadatan ini didominasi oleh bus antarkota dan truk logistik.

"Peningkatan kendaraan ini didominasi oleh bus dan tingginya arus truk logistik yang melakukan penyeberangan sebelum adanya pembatasan operasional angkutan barang secara optimal," ujarnya dalam sebuah wawancara.

Terapkan Skema Tiba Bongkar Berangkat

Guna mengurai kemacetan yang kian parah, ASDP mengambil langkah taktis dengan mengoperasikan 35 kapal setiap harinya. Selain penambahan armada, petugas juga menerapkan pola operasi Tiba Bongkar Berangkat (TBB).

Dalam skema ini, kapal yang tiba dari Ketapang akan langsung melakukan bongkaran penumpang dan kendaraan tanpa melakukan pemuatan di dermaga tersebut, lalu segera kembali ke Gilimanuk.

"Dengan TBB ini, kami bisa mereduksi port time atau waktu sandar sekitar 20 hingga 30 menit. Kapal bisa lebih cepat melayani antrean penumpang yang sudah menumpuk di sisi Gilimanuk," jelas Windy. Pola ini diberlakukan pada 24 kapal yang melayani lintasan selat Bali tersebut.

Optimalisasi Buffer Zone di Jalur Utama

Selain pengaturan jadwal kapal, ASDP juga memaksimalkan penggunaan lima titik buffer zone atau kantong parkir di sepanjang jalur menuju pelabuhan.

Langkah ini dilakukan agar kendaraan pemudik tidak meluber ke jalan utama dan mengganggu aktivitas warga lokal. Sistem delaying system juga diterapkan untuk mengatur alur kendaraan yang akan masuk ke area pelabuhan.

Pihak ASDP terus berkoordinasi intensif dengan kepolisian, BPTD, dan KSOP untuk memastikan kelancaran operasional.

"Kami juga berencana mengoperasikan kapal bantuan dari Pelabuhan Lembar guna memperkuat armada di Ketapang-Gilimanuk agar antrean ini bisa segera terurai," pungkasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pelabuhan gilimanuk #buffer zone #tbb #Arus Mudik Lebaran #lalu linas #bali #asdp