Bagi Nadia Nur Riyadotul Aicha, Menyanyi Bukan Sekadar Hobi, Tapi Terapi Suasana Hati


Dara asal Desa Bejagung, Kecamatan Semanding itu menjadikan musik sebagai ruang pelarian—tempat ia meredakan penat sekaligus memulihkan suasana hati.
Dari Hobi Jadi Identitas Diri
Ketertarikan Nadia pada dunia tarik suara sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Seiring waktu, hobi itu tak lagi sekadar aktivitas pengisi waktu luang, melainkan bagian dari dirinya.
“Menyanyi membuat perasaanku menjadi lebih rileks, tenang, dan merasa lebih bahagia,” ungkapnya.
Di usia 21 tahun, musik telah menjadi teman setia yang selalu hadir di setiap fase kehidupannya.
Menjelajah Beragam Genre
Nadia bukan tipe penyanyi yang terpaku pada satu aliran. Ia justru menikmati kebebasan mengeksplorasi berbagai genre.
Mulai dari pop yang ringan dan mudah dinikmati, musik indie dengan lirik puitis, hingga selawat yang memberi sentuhan ketenangan spiritual—semuanya punya ruang tersendiri bagi Nadia.
Pengalamannya pun tak sebatas di kamar atau ruang pribadi. Ia pernah dipercaya menjadi vokalis dalam grup hadrah, memperlihatkan keseriusannya di dunia tarik suara.
Musik sebagai Pengatur Suasana Hati
Bagi mahasiswi semester enam Ilmu Komunikasi Unirow Tuban ini, musik bukan hanya soal suara, tapi juga soal emosi.
Dia percaya, pilihan lagu sangat menentukan bagaimana seseorang merespons perasaan yang sedang dialami.
Alih-alih larut dalam lagu melankolis saat sedih, Nadia justru memilih lagu-lagu ceria dan enerjik.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




