Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bagi Lely, Traveling Bukan Sekadar Liburan tapi Ruang Refleksi Diri

Shafa Dina Hayuning Mentari
Lailatul Khusna Febriyanti. (LAILATUL KHUSNA FEBRIYANTI UNTUK RADAR TUBAN)
Lailatul Khusna Febriyanti. (LAILATUL KHUSNA FEBRIYANTI UNTUK RADAR TUBAN)

Advertisement

RADARTUBAN - Di tengah hiruk-pikuk tuntutan akademis dan rutinitas keseharian, setiap orang memiliki cara tersendiri untuk tetap segar dan tenang dengan berjalan-jalan. Seringkali, traveling dianggap sekadar aktivitas mengisi waktu luang atau berburu foto estetik untuk mengisi media sosial pribadi. 

Namun, bagi Lailatul Khusna Febriyanti, setiap perjalanan yang ditempuhnya juga sebagai ruang belajar, refleksi diri, dan menemukan kembali ketenangan diri disela sibuknya dunia perkuliahan.

Lely, begitu dia akrab disapa, bukanlah tipe pelancong yang sekadar mengejar destinasi populer. Namun, baginya perjalanan juga bukan sekadar pelarian untuk melepas penat, melainkan juga merupakan kebutuhannya sebagai sarana healing dari rutinitas harian yang kerap dia lakukan beberapa waktu sekali.

Advertisement

‘’Traveling itu membuat aku merasa benar-benar bebas. Ada perasaan antusian, tenang, sekaligus reflektif. Tapi, yang utama, aku justru bisa merasa lebih hidup,” tutur gadis 22 tahun itu.

Bagi banyak orang, ketidaktahuan arah ketika pergi melancong sering menjadi hal yang menyebalkan. Nama, bagi dara asal Desa Pucangan, Kecamatan Montong ini, momen tersebut justru menjadi kesempatan untuk menemukan berbagai tempat hidden gem yang sebelumnya tidak pernah dia bayangkan.

Advertisement

‘’Setiap kali traveling, kemudian menemukan pemandangan bagus di tempat yang tidak dituju, di situ rasanya mendapatkan kejutan tak terduga dari alam,” lanjut gadis Aquarius ini.

Lebih dari sekadar melihat dan menikmati pemandangan indah, traveling juga mengubah karakter pribadi dari mahasiswi semester enam Prodi Ilmu Komunikasi Unirow ini. Dia merasa menjadi sosok yang lebih terbuka pada perbedaan, lebih sabar menghadapi kendala, dan lebih mampu menghargai hal-hal kecil dalam hidup yang tidak ditemukan dalam buku-buku pelajaran.

Menurut Lely, pengalaman dan cara pandang baru menjadi hal paling berharga yang dia dapatkan. Saat dia merasa lelah dengan tekanan akademik maupun tuntutan lainnya, traveling menjadi solusi untuk mengisi ulang energinya yang terkuras.

‘’Traveling itu bukan untuk lari dari masalah, tapi untuk menyegarkan pikiran. Jadi, saat kembali ke rutinitas nanti, pikiran sudah segar dan siap mengahdapi tantangan baru dengan prespektif yang lebih luas,” pungkas alumni SMKN 2 Tuban itu. (saf/ds)

Advertisement
Editor : Yudha Satria Aditama
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dya Laras Miftaqu Rohmah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi yang Terus Bertumbuh Lewat Organisasi

Dya Laras Miftaqu Rohmah, Mahasiswi Ilmu Komunikasi yang Terus Bertumbuh Lewat Organisasi

Dya Laras Miftaqu Rohmah, mahasiswi Ilmu Komunikasi Unirow Tuban, aktif berorganisasi dan bercita-cita menjadi pribadi mandiri.

Sita Devi Alfiyah, Mahasiswi Unirow Tuban yang Bercita-cita Jadi Jurnalis

Sita Devi Alfiyah, Mahasiswi Unirow Tuban yang Bercita-cita Jadi Jurnalis

Sita Devi Alfiyah, mahasiswi Ilmu Komunikasi Unirow Tuban, bercita-cita menjadi jurnalis yang berani menyuarakan kebenaran dan menjunjung kejujuran.

Profil Salsa Mardhotun Nafisah, Alumni MAN 1 Tuban yang Menekuni Ilmu Komunikasi di Ilkom Unirow

Profil Salsa Mardhotun Nafisah, Alumni MAN 1 Tuban yang Menekuni Ilmu Komunikasi di Ilkom Unirow

Mengenal Salsa Mardhotun Nafisah, mahasiswi Ilmu Komunikasi Unirow Tuban asal Jenu yang tertarik pada jurnalistik, penulisan kreatif, dan komunikasi digital.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer