Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026 Diikuti 426 Atlet, Jadi Ajang Strategis Menuju PON Bela Diri

Bihan Mokodompit • Sabtu, 24 Januari 2026 | 11:56 WIB
Ketua KONI Jatim, M Nabil saat membuka Kejurprov IBCA MMA Sirkuit I 2026
Ketua KONI Jatim, M Nabil saat membuka Kejurprov IBCA MMA Sirkuit I 2026

RADARTUBAN - Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026 menjadi magnet besar bagi perkembangan olahraga bela diri campuran di Jawa Timur dengan keikutsertaan ratusan atlet dari berbagai daerah.

Sebanyak 426 atlet dari 20 kabupaten dan kota ambil bagian dalam Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026 Sirkuit I yang digelar di Raksa Fighting Camp Pasmar 2, Sidoarjo, pada 22 hingga 25 Januari 2026.

Kejuaraan ini menjadi salah satu agenda penting dalam sistem pembinaan atlet yang dijalankan oleh IBCA MMA Jawa Timur untuk menjaring bibit potensial sejak level daerah.

Ajang ini juga diproyeksikan sebagai tahapan awal menuju berbagai event nasional dan internasional, termasuk PON Bela Diri II 2026 yang akan digelar di Manado.

Baca Juga: Seleksi Ketat Demi Dongkrak Prestasi Nasional, Begini Cara KONI Jatim Yang Fokus PON Bela Diri II 2026

Antusiasme Tinggi Jadi Sinyal Positif Pembinaan

Ketua Pengprov IBCA MMA Jawa Timur, Arif Budi, menilai tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme luar biasa dari daerah terhadap cabang olahraga MMA.

Menurut Arif, kejuaraan ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan mulai berjalan dan mendapat respons positif dari kabupaten dan kota.

“Melalui sirkuit pertama ini, kami berharap dapat memunculkan atlet-atlet terbaik yang dipersiapkan untuk PON Bela Diri serta event internasional, salah satunya di Malaysia,” ujar Arif.

Ia menegaskan Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026 bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah pemetaan kualitas atlet secara menyeluruh.

Disiapkan Menuju PON Bela Diri II 2026

Arif menjelaskan atlet yang tampil menonjol dalam Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026 akan masuk dalam program pembinaan lanjutan jangka menengah.

Program tersebut dirancang sebagai persiapan menghadapi PON Bela Diri II 2026 sekaligus memperkuat daya saing atlet Jawa Timur di tingkat nasional.

Pengprov IBCA MMA Jawa Timur juga merencanakan pelaksanaan Sirkuit II dan Sirkuit III untuk menambah jam terbang atlet.

“Dengan jumlah peserta yang besar, ini menjadi sinyal positif,” kata Arif.

“Untuk cabang olahraga yang tergolong baru, antusiasme ini sangat luar biasa dan diharapkan mampu menghidupkan pembinaan di daerah,” lanjutnya.

KONI Jawa Timur Beri Apresiasi

Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, turut mengapresiasi pelaksanaan Kejurprov IBCA MMA Jatim 2026 sebagai ajang pembinaan berjenjang.

Menurut Nabil, kejuaraan ini memiliki peran strategis sebagai seleksi awal menuju PON Bela Diri II 2026 dan PON NTT–NTB 2028.

Ia menilai IBCA MMA Jawa Timur memiliki potensi besar setelah mencatat prestasi pada PON Aceh–Sumut 2024 saat masih berstatus cabang ekshibisi.

Pada ajang tersebut, Jawa Timur berhasil meraih tiga medali emas, satu perak, dan dua perunggu.

“Dari capaian tiga emas di PON Aceh-Sumut, terlihat potensi yang sangat besar,” ujar Nabil.

“Ditambah antusiasme atlet yang tinggi, tinggal bagaimana proses pembinaan berkelanjutan dilakukan,” tambahnya.

Target Jangka Panjang Menuju PON 2028

Nabil berharap KONI Jawa Timur bersama IBCA MMA Jawa Timur konsisten menggelar kejuaraan sebagai sarana evaluasi atlet.

Ia menilai PON Bela Diri II 2026 menjadi ajang antara yang penting sebelum menghadapi target utama di PON 2028.

“PON Bela Diri bisa menjadi ajang awal untuk menambah jam terbang atlet, sementara target jangka panjangnya adalah PON 2028,” pungkasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#koni jawa timur #PON Bela Diri II 2026 #Kejurprov #IBCA MMA Jatim 2026 #manado