RADARTUBAN - Balap Liar kembali menjadi sorotan setelah muncul gagasan pembinaan resmi untuk mengalihkan aktivitas tersebut ke jalur profesional.
Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Surabaya menawarkan konsep pendidikan dan pembinaan agar praktik balap di jalan raya dapat diarahkan menjadi ajang kompetisi yang legal, aman, dan berprestasi.
Langkah ini disampaikan dalam pertemuan antara IMI Kota Surabaya dan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, di Graha Kadin Jawa Timur, Rabu (11/2).
Pertemuan itu membahas masa depan pembinaan otomotif sekaligus solusi atas fenomena Balap Liar Surabaya yang kerap meresahkan masyarakat.
Baca Juga: Jelang Porprov 2027, IMI Jatim Siapkan Sirkuit Grasstrack GBT Sebagai Venue Resmi
Transformasi dari Jalan Raya ke Arena Resmi
Ketua IMI Kota Surabaya, Samsurin, menjelaskan bahwa pihaknya tidak ingin pendekatan terhadap Balap Liar Surabaya hanya berhenti pada penertiban.
Ia menilai diperlukan wadah resmi agar potensi anak muda tidak terbuang percuma di jalan raya.
“IMI Kota Surabaya memiliki konsep pembinaan agar balap liar dapat ditransformasikan menjadi balap profesional melalui pendidikan, pembinaan, dan fasilitas yang memadai,” ujar Samsurin.
Konsep tersebut mencakup edukasi keselamatan berkendara hingga pembinaan atlet balap yang berjenjang.
IMI Kota Surabaya juga menggagas pendirian Sekolah Balap yang memanfaatkan fasilitas Kadin Institut sebagai pusat edukasi.
Sekolah Balap itu dirancang menjadi ruang pembelajaran teknik balap sekaligus penanaman disiplin dan etika berlalu lintas.
Dengan adanya Sekolah Balap, diharapkan praktik Balap Liar Surabaya bisa ditekan secara bertahap.
Dukungan DPD RI dan Harapan Infrastruktur
Gagasan IMI Kota Surabaya mendapat respons positif dari AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.
Ia menyatakan dukungan terhadap upaya pembinaan generasi muda melalui jalur resmi.
“Saya mendukung penuh gagasan IMI Kota Surabaya yang ingin mengarahkan balap liar menjadi balap profesional. Ini langkah yang sangat positif agar anak-anak muda memiliki wadah resmi, aman, dan berprestasi,” kata LaNyalla.
Menurutnya, pembinaan terstruktur dapat menjadi solusi jangka panjang atas persoalan Balap Liar Surabaya.
Ia juga menilai pendekatan edukatif lebih efektif dibandingkan sekadar tindakan represif.
LaNyalla menyampaikan komitmennya untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya.
“Saya akan berkirim surat kepada Wali Kota Surabaya, khususnya terkait dukungan sarana dan prasarana sebagai persiapan Porprov Jawa Timur ke-10 tahun 2027. Harapannya, Surabaya siap menjadi tuan rumah sekaligus mencetak atlet otomotif unggulan,” tegasnya.
Dukungan sarana dan prasarana dinilai penting untuk menyambut Porprov Jatim 2027.
Momentum Porprov Jatim 2027 dapat menjadi tolok ukur kesiapan Surabaya dalam membangun ekosistem otomotif yang sehat.
Kepentingan Publik dan Keselamatan Bersama
Fenomena Balap Liar Surabaya bukan hanya soal hobi anak muda.
Persoalan ini juga menyangkut keselamatan pengguna jalan lain.
Warga kerap mengeluhkan kebisingan dan risiko kecelakaan akibat balapan di jalan umum.
Karena itu, kehadiran Sekolah Balap dinilai sebagai solusi yang menyentuh kepentingan publik.
IMI Kota Surabaya menilai pembinaan yang terarah dapat menekan angka pelanggaran lalu lintas.
Selain itu, Sekolah Balap berpotensi melahirkan atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Persiapan menuju Porprov Jatim 2027 juga membuka peluang pembinaan atlet secara lebih serius.
Jika terealisasi, konsep ini bukan hanya menjawab keresahan atas Balap Liar Surabaya, tetapi juga membuka jalan karier di dunia otomotif.
Ke depan, efektivitas program ini akan bergantung pada dukungan pemerintah daerah serta konsistensi IMI Kota Surabaya dalam menjalankan pembinaan.
Publik pun menanti realisasi konkret agar gagasan Sekolah Balap tidak berhenti sebatas wacana. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni