Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peringatan Hari Pahlawan: Ramai di Caption, Sepi di Aksi

M
Penulis: M. Afiqul Adib❯

 

Peringatan Hari Pahlawan 10 November, refleksi kepahlawanan di dunia maya.
Peringatan Hari Pahlawan 10 November, refleksi kepahlawanan di dunia maya.

RADARTUBAN - Setiap 10 November, linimasa media sosial mendadak penuh dengan kutipan heroik, foto bendera, dan caption penuh semangat nasionalisme.


Advertisement

Semua orang berlomba menunjukkan rasa hormat pada para pahlawan. Tapi setelah itu? Sepi. Tidak ada tindak lanjut. Tidak ada aksi nyata.

Seolah-olah kepahlawanan cukup dirayakan lewat unggahan. Inilah ironi Hari Pahlawan hari ini: ramai di caption, sepi di aksi. Ketika kepahlawanan hanya jadi estetika digital.

Kepahlawanan Bukan Soal Kata-Kata, Tapi Pilihan Hidup

Advertisement

Menjadi pahlawan bukan soal kata-kata indah. Tapi soal keberanian mengambil sikap. Soal konsistensi menjaga nilai. Soal kerja kecil yang berdampak besar.

Tapi di era digital, kita lebih sibuk membentuk citra daripada membentuk karakter. Kita tahu cara membuat caption yang menyentuh, tapi lupa cara menyentuh kehidupan orang lain.

Pahlawan Sejati Tidak Butuh Caption

Advertisement

Pahlawan sejati tidak sibuk mencari likes. Mereka sibuk bekerja. Sibuk membantu. Sibuk memperbaiki. Mereka tidak viral, tapi berdampak.

Tidak trending, tapi konsisten. Dan kita bisa belajar dari mereka. Bukan dengan mengunggah, tapi dengan bergerak.

Dengan berbuat. Dengan menjadi bagian dari solusi.

Mari Ubah Caption Jadi Aksi

Kalau kita benar-benar ingin menghormati pahlawan, maka kita harus mulai dari diri sendiri.

Mulai dari hal kecil:

• Tidak korupsi waktu di tempat kerja

• Tidak buang sampah sembarangan

• Tidak diam saat melihat ketidakadilan

• Tidak cuek pada sesama

Karena kepahlawanan hari ini bukan soal perang, tapi soal keberanian menjaga nilai di tengah godaan pragmatisme.

Jangan Biarkan Hari Pahlawan Jadi Seremonial Kosong

Peringatan Hari Pahlawan seharusnya jadi momen refleksi. Bukan hanya soal mengenang, tapi soal melanjutkan. Bukan hanya soal caption, tapi soal aksi.

Karena bangsa ini tidak butuh lebih banyak unggahan. Tapi butuh lebih banyak keberanian. Jadi, kalau kamu sudah posting tentang Hari Pahlawan, bagus.

Tapi setelah itu, mari kita bergerak. Karena pahlawan tidak berhenti di kata-kata. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kembali ke Masa Perjuangan, Warga Prunggahan Wetan Tuban Gelar Upacara Bernuansa Tempo Dulu

Kembali ke Masa Perjuangan, Warga Prunggahan Wetan Tuban Gelar Upacara Bernuansa Tempo Dulu

Upacara HUT ke-81 RI di Desa Prunggahan Wetan dikemas berbeda. Warga mengenakan kostum tempo dulu dan menyaksikan teatrikal perjuangan.

Menelusuri Jejak Para Pahlawan dan Tokoh asal Tuban, dari Penggagas Sumpah Pemuda hingga Saksi Sejarah Supersemar

Menelusuri Jejak Para Pahlawan dan Tokoh asal Tuban, dari Penggagas Sumpah Pemuda hingga Saksi Sejarah Supersemar

Tak hanya dikenal sebagai Kota Legen, Tuban melahirkan pahlawan besar bangsa seperti Soegondo Djojopoespito dan Jenderal Basuki Rahmat. Simak rekam jejaknya!

Jangan Mudah Percaya Kabar Viral, Marissa Anita Ingatkan Pentingnya Cek Fakta

Jangan Mudah Percaya Kabar Viral, Marissa Anita Ingatkan Pentingnya Cek Fakta

Marissa Anita mengingatkan pentingnya berpikir kritis, memeriksa sumber, dan membandingkan berita di tengah maraknya hoaks.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer