Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kalau Semua Bisa Belajar dari YouTube, Mengapa Sekolah Masih Ada?

M
Penulis: M. Afiqul Adib❯
Peran sekolah di era digital, serta mengapa pendidikan formal tetap relevan meski kursus dan pelatihan semakin mudah diakses. (CDC on Unsplash)
Peran sekolah di era digital, serta mengapa pendidikan formal tetap relevan meski kursus dan pelatihan semakin mudah diakses. (CDC on Unsplash)

Advertisement

RADARTUBAN - Munculnya banyak alternatif belajar di era digital memang memberi peluang besar. Kursus online, pelatihan singkat, hingga video tutorial membuat ilmu bisa diakses dengan cepat dan murah. Namun, kehadiran sekolah tetap memiliki peran yang tidak tergantikan.

Sekolah lebih dari sekadar tempat mencari ilmu. Ia adalah ruang sosial di mana siswa belajar berinteraksi, bekerja sama, dan menghadapi dinamika kehidupan nyata. Hal-hal ini sulit diperoleh hanya dari kursus online.

Belajar bersosialisasi dan bekerja sama menjadi nilai penting dari sekolah. Di ruang kelas, siswa belajar menghargai perbedaan, menyelesaikan konflik, dan membangun kerja tim. Keterampilan sosial ini sama pentingnya dengan pengetahuan akademik.

Sekolah mengajarkan pembiasaan dan karakter. Disiplin hadir setiap hari, tanggung jawab terhadap tugas, serta kebiasaan menghargai guru dan teman adalah bagian dari pendidikan yang membentuk kepribadian.

Kursus mengajarkan skill, sekolah membentuk cara berpikir. Kursus bisa memberi keterampilan teknis, tetapi sekolah melatih kemampuan berpikir kritis, analitis, dan sistematis. Inilah bekal yang membuat seseorang mampu menghadapi berbagai tantangan.

Advertisement

Mengapa dunia kerja masih memperhatikan pendidikan formal? Karena ijazah tetap menjadi bukti standar kompetensi. Meski keterampilan praktis penting, pendidikan formal menunjukkan bahwa seseorang telah melalui proses pembelajaran yang terstruktur dan konsisten.

Sekolah dan kursus bukan untuk dipertentangkan. Keduanya bisa saling melengkapi. Sekolah memberi fondasi, kursus menambah keterampilan spesifik. Dengan kombinasi keduanya, seseorang bisa lebih siap menghadapi dunia kerja dan kehidupan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sekolah tetap relevan meski alternatif belajar semakin banyak. Ia bukan hanya soal ilmu, tetapi juga soal karakter, kebiasaan, dan cara berpikir.

Lebih jauh lagi, sekolah memberi pengalaman kolektif yang tidak bisa digantikan. Kenangan bersama teman, guru, dan lingkungan sekolah menjadi bagian penting dari perjalanan hidup.

Kesadaran ini membuat kita memahami bahwa pendidikan formal tetap perlu diusahakan. Kursus bisa menjadi tambahan, tetapi sekolah adalah fondasi.

Advertisement
Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Berawal dari Depan Sekolah, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Khas Lampung Lewat Dukungan LinkUMKM BRI

Berawal dari Depan Sekolah, Zdrink Kembangkan Minuman Cokelat Khas Lampung Lewat Dukungan LinkUMKM BRI

Zdrink memanfaatkan LinkUMKM BRI untuk mengembangkan minuman cokelat instan berbahan kakao khas Lampung dan memperluas pasar.

Komisi X DPR Usul Pembelajaran Bahasa Prancis di Sekolah Diterapkan Bertahap

Komisi X DPR Usul Pembelajaran Bahasa Prancis di Sekolah Diterapkan Bertahap

Komisi X DPR usulkan pembelajaran bahasa Prancis di sekolah diterapkan bertahap sesuai kesiapan pemerintah.

Bertemu Macron, Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Jadi Pelajaran di Semua Jenjang Sekolah Indonesia

Bertemu Macron, Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Jadi Pelajaran di Semua Jenjang Sekolah Indonesia

Prabowo Subianto instruksikan pembelajaran bahasa Prancis di semua jenjang sekolah usai bertemu Emmanuel Macron di Paris.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer