36 santri Pondok Karangasem Muhammadiyah Paciran, Lamongan

Korek Kesuksesan Tertinggi Wartawan hingga Strategi Hadapi Narasumber Cuek

Radartuban.jawapos.com -Tidak hanya pelajar lembaga pendidikan umum saja yang ingin mengetahui seluk-beluk dunia jurnalistik. Santri pondok pesantren pun haus ilmu kewartawanan. Itu dibuktikan 36 santri Pondok Karangasem Muhammadiyah Paciran, Lamongan ketika melakukan kunjungan jurnalistik ke kantor Jawa Pos Radar Tuban kemarin (14/3) sore.

Kesempatan mereka bertemu dengan kru redaksi media yang menjadi opinion leader dan market leader di Tuban itu benar-benar dimanfaatkan untuk menggali kehidupan wartawan, bahkan hal yang paling pribadi.

Ketika berbincang santai di lantai tiga kantor Jawa Pos Radar Tuban, Fayyaz bertanya seputar teknis mengolah kata menjadi berita yang menarik dan enak dibaca.

Pertanyaan Putri, santri lain lebih filosofis. ‘’Apa kesuksesan tertinggi wartawan dalam menjalankan profesinya,’’ tutur dia polos.

Ustad Afnan Muhammad Riyadhi, salah satu pendamping santri juga ikut mengorek  seputar Kode Etik Jurnalistik yang menjadi tuntunan moral wartawan dalam  menjalankan profesinya.

Obrolan pun berlanjut di ruang redaksi media di Jalan Wahidin Sudiro Husodo 59 Tuban tersebut, yang menempati lantai dasar. Sambil melihat langsung aktivitas jurnalis Radar Tuban yang mengetik, mereka bergantian bertanya seputar pengalaman menegangkan dan paling lucu yang dia lami awak media selama liputan. Strategi wartawan menghadapi narasumber yang cuek pun ditanyakan. Juga teknis mengelola website pondok yang baik.

Radartuban.jawapos.com -Tidak hanya pelajar lembaga pendidikan umum saja yang ingin mengetahui seluk-beluk dunia jurnalistik. Santri pondok pesantren pun haus ilmu kewartawanan. Itu dibuktikan 36 santri Pondok Karangasem Muhammadiyah Paciran, Lamongan ketika melakukan kunjungan jurnalistik ke kantor Jawa Pos Radar Tuban kemarin (14/3) sore.

Kesempatan mereka bertemu dengan kru redaksi media yang menjadi opinion leader dan market leader di Tuban itu benar-benar dimanfaatkan untuk menggali kehidupan wartawan, bahkan hal yang paling pribadi.

Ketika berbincang santai di lantai tiga kantor Jawa Pos Radar Tuban, Fayyaz bertanya seputar teknis mengolah kata menjadi berita yang menarik dan enak dibaca.

Pertanyaan Putri, santri lain lebih filosofis. ‘’Apa kesuksesan tertinggi wartawan dalam menjalankan profesinya,’’ tutur dia polos.

Ustad Afnan Muhammad Riyadhi, salah satu pendamping santri juga ikut mengorek  seputar Kode Etik Jurnalistik yang menjadi tuntunan moral wartawan dalam  menjalankan profesinya.

Obrolan pun berlanjut di ruang redaksi media di Jalan Wahidin Sudiro Husodo 59 Tuban tersebut, yang menempati lantai dasar. Sambil melihat langsung aktivitas jurnalis Radar Tuban yang mengetik, mereka bergantian bertanya seputar pengalaman menegangkan dan paling lucu yang dia lami awak media selama liputan. Strategi wartawan menghadapi narasumber yang cuek pun ditanyakan. Juga teknis mengelola website pondok yang baik.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru