Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

ChatGPT Mengubah Cara Belajar, Apakah Tugas Sekolah Masih Efektif?

M
Penulis: M. Afiqul Adib❯
Kehadiran AI seperti ChatGPT mengubah cara siswa mengerjakan tugas. (Tim Witzdam on Unsplash)
Kehadiran AI seperti ChatGPT mengubah cara siswa mengerjakan tugas. (Tim Witzdam on Unsplash)

Advertisement

RADARTUBAN - Kemudahan mengerjakan tugas dengan AI kini menjadi fenomena nyata. Siswa bisa mendapatkan jawaban instan, penjelasan terstruktur, bahkan esai lengkap hanya dengan mengetikkan pertanyaan.

Hal ini membuat tugas sekolah terasa lebih mudah, tetapi sekaligus menimbulkan pertanyaan: apakah tugas masih benar-benar mengukur kemampuan siswa?

Apakah tugas masih mengukur kemampuan siswa menjadi isu penting. Jika tugas hanya berupa hafalan atau ringkasan, AI bisa melakukannya dengan cepat. Maka, bentuk asesmen perlu berubah agar tetap relevan.

Advertisement

Perubahan bentuk asesmen sudah mulai terlihat. Guru tidak lagi hanya memberi soal yang bisa dijawab dengan mesin, melainkan mendorong siswa untuk berpikir kritis, menganalisis, dan mengaitkan konsep dengan pengalaman nyata.

Pentingnya soal berbasis analisis semakin jelas. Pertanyaan yang menuntut refleksi, argumentasi, atau studi kasus akan lebih sulit dijawab oleh AI tanpa pemahaman kontekstual dari siswa.

Advertisement

Karena itu, guru perlu mendesain tugas yang lebih autentik. Misalnya, proyek berbasis masalah nyata, presentasi, atau diskusi kelas yang menilai kemampuan komunikasi dan kolaborasi.

AI sebagai alat belajar, bukan alat menyontek adalah perspektif yang perlu ditanamkan. Siswa bisa menggunakan AI untuk memahami konsep, mencari inspirasi, atau memperluas wawasan, tetapi tetap harus mengolahnya dengan pemikiran sendiri.

Akhirnya, masa depan evaluasi pembelajaran akan menuntut keseimbangan. AI akan menjadi bagian dari proses belajar, tetapi guru tetap berperan penting dalam memastikan siswa tidak hanya pintar mencari jawaban, melainkan juga mampu berpikir kritis, kreatif, dan reflektif.

ChatGPT memang mengubah cara belajar, tetapi bukan berarti tugas sekolah kehilangan makna. Justru ini menjadi momentum bagi pendidikan untuk bertransformasi: dari sekadar menguji hafalan menjadi mengukur kemampuan berpikir. Guru yang adaptif akan mampu menjadikan AI sebagai mitra, bukan ancaman, dalam mencetak generasi yang siap menghadapi masa depan. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat Palembang, Tegaskan Tak Boleh Ada Siswa Titipan

Gus Ipul Tinjau Sekolah Rakyat Palembang, Tegaskan Tak Boleh Ada Siswa Titipan

Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat hanya untuk keluarga miskin. Tidak boleh ada siswa titipan dalam proses seleksi.

SPMB SD Tuban Sudah Tuntas, 10.204 Siswa Baru Siap Mengikuti Tahun Pelajaran Baru

SPMB SD Tuban Sudah Tuntas, 10.204 Siswa Baru Siap Mengikuti Tahun Pelajaran Baru

SPMB SD di Tuban resmi berakhir dengan 10.204 siswa baru terserap. Disdik masih melacak anak yang belum bersekolah.

Harus Pentingkan Keamanan Siswa, DPRD Tuban Desak Evaluasi Menyeluruh Sarana Pendidikan

Harus Pentingkan Keamanan Siswa, DPRD Tuban Desak Evaluasi Menyeluruh Sarana Pendidikan

DPRD Tuban mendesak Dinas Pendidikan mendata ulang seluruh bangunan sekolah menyusul rentetan kasus atap sekolah ambruk.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer