Polemik 10 Universitas RI Memanas, CELIOS Minta Kampus Elite Inggris Tolak Kerja Sama Pemerintah


RADARTUBAN - Rencana pemerintah membangun 10 Universitas Republik Indonesia kini memasuki babak baru yang lebih panas.
Bukan lagi sekadar perdebatan di dalam negeri, polemik tersebut kini dibawa ke tingkat internasional setelah Center of Economic and Law Studies (CELIOS) resmi mengirim surat kepada pimpinan Russell Group of Universities di Britania Raya.
Langkah itu dilakukan untuk meminta asosiasi yang menaungi 24 universitas riset terbaik Inggris tidak terlibat dalam proyek tersebut.
CELIOS menilai kerja sama itu berpotensi memunculkan persoalan reputasi bagi lembaga pendidikan kelas dunia tersebut.
Soroti Risiko Reputasi dan Prioritas Anggaran
Dalam suratnya, CELIOS menyampaikan kekhawatiran bahwa keterlibatan Russell Group dapat dipersepsikan mendukung kebijakan yang masih menuai kritik publik.
"Kami khawatir keterlibatan dalam proyek ini dapat menimbulkan risiko reputasi (reputational risk) bagi Russell Group apabila diasosiasikan dengan kebijakan yang dikritik publik akibat mengabaikan keberadaan universitas lokal dan mengalihkan alokasi anggaran negara yang terbatas," tulis CELIOS.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa kritik terhadap proyek 10 universitas baru tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh persoalan arah kebijakan pendidikan tinggi nasional.
Tunggakan Dosen Jadi Sorotan Tajam
CELIOS juga mengingatkan pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




