Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan, Elfahmi Lubis Minta Sekolah Rakyat Diperluas

Hardiyati Budi Anggraeni
Foto mensos Gusipul Saat berkunjung Ke (SRT) Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi
Foto mensos Gusipul Saat berkunjung Ke (SRT) Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi

Advertisement

RADARTUBAN – Perluasan akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk memutus rantai kemiskinan.

Karena itu, program Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya dibangun di lokasi tertentu, tetapi juga menjangkau setiap kabupaten/kota di Bengkulu.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Elfahmi Lubis, menyampaikan harapan tersebut dalam diskusi publik bertajuk Sekolah Rakyat dan Upaya Memutus Rantai Kemiskinan di Bengkulu, Sabtu (24/10).

Advertisement

Menurut Elfahmi, peningkatan taraf hidup masyarakat perlu menjadi prioritas pemerintah. Pendidikan memiliki peran strategis karena dapat membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Ia menyebut, saat ini baru ada satu Sekolah Rakyat yang dibangun di Bengkulu. Kondisi tersebut mendorongnya berharap pemerintah memperluas program itu hingga menjangkau seluruh kabupaten/kota.

Advertisement

“Saat ini kita tahu, baru ada satu Sekolah Rakyat yang sudah dibangun. Tentu kita menginginkan program Sekolah Rakyat ini hadir di setiap kabupaten/kota yang ada di Bengkulu,” ujar Elfahmi.

Pendidikan Jadi Jalan Mengubah Nasib

Elfahmi menilai keterbatasan ekonomi keluarga semestinya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mengenyam pendidikan yang layak dan meraih cita-cita.

Ketika akses pendidikan terbuka, kesempatan meningkatkan taraf hidup juga semakin besar.

Ia mengaku merasakan sendiri peran pendidikan dalam mengubah kehidupan seseorang.

Berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi sulit, Elfahmi menyebut kesempatan belajar telah membantunya memperbaiki taraf hidup.

Advertisement
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dapur Belum Beroperasi, Sekolah Rakyat Tuban Masih Andalkan Katering untuk Makan Siswa

Dapur Belum Beroperasi, Sekolah Rakyat Tuban Masih Andalkan Katering untuk Makan Siswa

Dua bulan menempati gedung permanen, SRT 1 Tuban masih mengandalkan katering. Biaya konsumsi 294 siswa mencapai Rp 17,6 juta per hari.

Jangan Tergesa Hapus dari Dapodik, Calon Siswa Sekolah Rakyat Tuban Masih Tunggu SK Kemensos

Jangan Tergesa Hapus dari Dapodik, Calon Siswa Sekolah Rakyat Tuban Masih Tunggu SK Kemensos

Tambahan dua rombel SR Terintegrasi 1 Tuban belum serta-merta membuat siswa sekolah reguler bisa dipindahkan. Calon siswa masih menunggu SK Kemensos.

Desil Bukan Acuan Tunggal Dalam Menentukan Calon Siswa Sekolah Rakyat untuk Kuota Tambahan

Desil Bukan Acuan Tunggal Dalam Menentukan Calon Siswa Sekolah Rakyat untuk Kuota Tambahan

Kemensos menyetujui tambahan rombel SR Tuban. Siswa kembali didata dan berpeluang melanjutkan pendidikan, tetapi masih menunggu SK.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer