RADARTUBAN-Kalau si kecil suka mencorat-coret tembok, apa yang harus dilakukan orang tua? Mendiamkannya atau mungkin malah kesal?
Animator Indonesia yang juga pendiri HelloMotion Academy, Wahyu Aditya berbagi tips terkait menyikapi perilaku anak tersebut.
"Memberi ruang mereka berekspresi dengan tidak memarahi ketika coret-coret tembok, atau diarahkan ke media gambar yang murah seperti kertas dan alat gambar yang ada, misalnya krayon dan spidol," kata Wahyu Aditya dalam acara festival menggambar di Jakarta, Minggu (22/10).
Sebagai penggerak animasi dan kreativitas Indonesia, Wadit, panggilan akrabnya, mengatakan, setiap imajinasi merupakan sebuah ide yang perlu dikembangkan dengan kreativitas agar nantinya dapat menjadi suatu kenyataan.
Dia menyadari anak usia 2-3 tahun sering berekspresi dengan gambar atau mencoret-coret. Menurut Wadit, hal itu merupakan perwujudan dari asal usul nenek moyangnya yang dulu berkomunikasi lewat gambar.
Dia mengungkapkan, menggambar bisa menjadi salah satu bentuk mengekspresikan diri dan tugas orang tua untuk membangun kembali seni pada diri anak.
Wadit uga menyarankan untuk membebaskan anak bereksplorasi dengan gambarnya dan tidak harus selalu diarahkan mengikuti les dan menjadi seniman.
Dunia teknologi yang berkembang saat ini, lanjut dia, juga menjadi sarana bagi orang tua untuk memperkenalkan seni melalui media digital.
"Karena itu saling melengkapi dan punya output yang berbeda, jadi sebaiknya dikenalkan keduanya, manual, tradisional maupun digital," ucapnya.(ds)
Editor : Kifani Amalija Putri