RADARTUBAN.COM- Partai Demokrat akhirnya bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (bacapres).
Dukungan tersebut disampaikan langsung Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika bertemu Prabowo dan jajaran pimpinan partai dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (17/9).
“Dalam pertemuan sore tadi di Hambalang, Ketua Umum Partai Demokrat menyampaikan hasil keputusan MTP (Majelis Tinggi Partai) Demokrat yang menyatakan Partai Demokrat mendukung Pak Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.
Pada kesempatan itu, ketum AHY juga menitipkan agenda perubahan dan perbaikan yang diusung Partai Demokrat,” kata Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya sebagaimana dikutip dari siaran resmi Partai Demokrat, Senin (18/9).
Partai Demokrat adalah partai keenam yang memperkuat barisan pendukung Prabowo Subianto.
Sebelumnya, lima parpol lebih dulu merapat. Kelima parpol tersebut, Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Gelora, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Bulan Bintang (PBB).
Untuk bergabung dengan KIM, Partai Demokrat tidak memberikan syarat khusus.
Partai Demokrat hanya menitipkan agenda perubahan dan perbaikan kepada bakal calon presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Satu Parpol Lagi Siap Merapat ke Prabowo Subianto, Airlangga: Warna Partai Sudah Ada di KIM
Riefky menjelaskan, agenda perubahan dan perbaikan bukan berarti mengganti atau menghapus seluruhnya program yang telah berjalan saat ini.
“Yang sudah baik dilanjutkan, yang belum baik diperbaiki,” kata Riefky mengutip pernyataan AHY dalam pertemuannya dengan Prabowo.
Meskipun Demokrat telah menyampaikan dukungannya secara langsung ke Prabowo, Riefky menyampaikan, deklarasi resmi dukungan akan diumumkan AHY di hadapan ribuan kader pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat pada 21 September 2023.
Dalam beberapa kesempatan, AHY selalu menyampaikan agenda perubahan dan perbaikan yang merupakan visi Partai Demokrat. Agenda tersebut merupakan aspirasi masyarakat dan kader.
Sebelumnya, Partai Demokrat bergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) bersama Partai NasDem dan PKS, serta mendukung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden di Pilpres 2024.
Pada awal September, Partai Demokrat memutuskan mencabut dukungannya kepada Anies sekaligus keluar dari KPP.
Itu setelah NasDem dan PKB berkoalisi dan menetapkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai bakal calon wakil presiden yang mendampingi Anies.
Isyarat bergabungnya satu partai ke KIM disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto setelah pertemuan dengan para ketua umum parpol KIM di kantor DPP Partai Golkar, Kamis (14/9) malam.
“Yang penting kita tunggu ada satu partai lagi dulu masuk,” kata Airlangga.
Sejauh ini, baru Anies yang mengumumkan pasangannya. Prabowo dan bakal calon presiden PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, belum mengumumkan nama pendampingnya kepada publik.
Pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan 19 Oktober--25 November 2023. (ds)