RADARTUBAN-Di tengah sorotan dan kritik potikus PDI Perjuangan, Gibran Rakabuming Raka belum mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) partai tersebut.
Apa reaksi PDI Perjuangan? Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengatakan, hal yang penting dalam politik adalah adab dan etika, bukan sekadar kekuasaan dan jabatan.
"Maka pergerakan politik itu harus bermuara pada membangun keadaban, bukan sekadar jabatan dan kekuasaan. Apalagi kekuasaan dan jabatan dengan menabrak-nabrak aturan. Itu tidak benar, itu harus dilawan," kata Masinton, dikutip dari Antara.
Anggota DPR RI itu menyampaikan, kader yang tidak mengikuti putusan partai secara otomatis sudah bukan lagi menjadi bagian dari PDI Perjuangan.
Masinton menegaskan, sikap PDI Perjuangan sudah jelas memutuskan mencalonkan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai bakal pasangan calon presiden (capres) dan bakal calon wakil presiden (cawapres).
Dia tidak mempermasalahkan jika wali kota Surakarta, Jawa Tengah (Jateng) belum mengembalikan KTA partai.
"Ya kalau dia antar (kartu tanda anggota) syukur, nggak ngantar, tidak masalah," ujar Masinton usai menghadiri diskusi di Jakarta Selatan, Minggu (29/10).
Sebelumnya, Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengatakan, PDI Perjuangan masih menunggu etika politik Gibran Rakabuming Raka untuk mengembalikan KTA partai.
"Saya kira sesederhana itu bagi kami tentang Mas Gibran hari ini, kita tunggu niat baiknya untuk menunjukkan etika politik beliau kepada Ibu Mega dan kepada keluarga besar partai," kata Ahmad Basarah usai kegiatan di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (28/10).
Terkait pernyataan Ketua PDI Perjuangan Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo yang menyarankan Gibran segera mengembalikan KTA PDI Perjuangan dan undur diri dengan cara santun, Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menyatakan
segera menemui Rudy. "Oo...begitu ya. Ya nanti saya temui Pak Rudy ya," kata dia.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerima pendaftaran tiga bakal capres dan cawapres, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, dan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Pasangan Anies-Muhaimin diusung dan didukung Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Ummat.
Pasangan Ganjar-Mahfud diusung dan didukung oPartai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
Sedangkan pasangan Prabowo-Gibran diusung dan didukung oleh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora), Partai Garda Republik Indonesia (Garuda), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), serta Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) yang tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2024.
KPU menetapkan masa kampanye pemilu dimulai berlangsung mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, sementara pemungutan suara dijadwalkan pada 14 Februari 2024.(ds)
Editor : Kifani Amalija Putri