Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tahan Imbang Mali 2-2, Timnas Indonesia U-22 Butuh Evaluasi Serius

Bihan Mokodompit • Rabu, 19 November 2025 | 17:33 WIB
Pemain Timnas Indonesia U-22, Rafael Struick, saat selebrasi mencetak gol ke gawang Mali.
Pemain Timnas Indonesia U-22, Rafael Struick, saat selebrasi mencetak gol ke gawang Mali.

RADARTUBAN - Laga uji coba internasional yang berakhir 2-2 melawan Mali menjadi bahan evaluasi serius untuk Timnas Indonesia U-22.

Hasil ini sekaligus memberi gambaran bahwa masih ada sektor yang perlu ditingkatkan sebelum tim bertolak menuju SEA Games 2025.

Di hadapan publik Stadion Pakansari, Timnas U-22 tampil agresif sejak menit pertama dan menunjukkan karakter bermain yang lebih matang dibanding uji coba sebelumnya.

Sejak pertandingan dimulai, tekanan tinggi diterapkan oleh skuad Timnas Indonesia U-22.

Mauro Zijlstra langsung memperoleh dua kesempatan emas di menit awal, namun upaya tersebut masih belum mampu menembus pertahanan Mali.

Intensitas serangan ini memperlihatkan progres positif, meski penyelesaian akhir masih menjadi persoalan yang perlu dibenahi oleh skuad Garuda Muda.

Mali Pun Memberi Tekanan Balik

Baca Juga: Indra Sjafri Tak Panggil Pemain Reguler Liga 1 ke TC Kedua Timnas U-22

Pertandingan yang berlangsung pada Selasa (18/11) malam itu, menunjukkan dinamika permainan yang cukup seimbang.

Saat pemain Timnas Indonesia U-22 asyik mengurung pertahanan Mali, Sekou Kone justru berhasil membawa tim tamu unggul lebih dulu di menit ke-11.

Gol tersebut memperlihatkan bahwa konsentrasi pemain Indonesia masih perlu dimaksimalkan, terutama dalam menjaga transisi bertahan.

Upaya mengejar ketertinggalan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-38.

Berawal dari kerja sama apik Hokky Caraka, Mauro Zijlstra mampu mencetak gol penyeimbang.

Momentum ini membuat semangat pemain meningkat dan memasuki babak kedua, permainan Indonesia terlihat jauh lebih hidup.

Rafael Struick kemudian memperbesar keunggulan lewat skema serangan balik yang tertata rapi.

Namun, Mali mampu kembali memanfaatkan celah pada menit ke-71.

Sekou Kone mencetak gol keduanya setelah lepas dari penjagaan, membuat skor kembali sama kuat.

Situasi ini menggambarkan bahwa evaluasi serius untuk Timnas Indonesia U-22 kembali diperlukan pada sektor pertahanan, terutama di area pengawalan pemain lawan.

Modal Berharga Sebelum Ke Thailand

Di sisa laga, kedua tim saling menekan dan menciptakan peluang.

Indonesia hampir unggul lewat tendangan bebas Dony Tri Pamungkas, namun kiper Mali tampil gemilang.

Meski laga berakhir seri, pertandingan ini menjadi ajang penting bagi pelatih Indra Sjafri untuk mengevaluasi rotasi dan ketajaman tim.

Secara keseluruhan, hasil 2-2 ini menjadi modal sekaligus alarm bagi Timnas Indonesia U-22.

Dengan jadwal SEA Games yang semakin dekat, momentum uji coba seperti ini memberi kesempatan bagi tim untuk memperbaiki koordinasi, memperkuat stabilitas, dan mengasah mental juara.

Di sisi lain, publik berharap bahwa evaluasi serius untuk Timnas Indonesia U-22 segera membuahkan perbaikan nyata dalam setiap lini permainannya. (*/lia)

Editor : radar tuban digital
#Timnas U-22 #mali #tim tamu #menjaga #stabilitas #Koordinasi #Evaluasi Serius #transisi #sea games #uji coba #progres positif