Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kalah dari Everton, Amorim Akui MU Kekurangan Pemain Sayap Bertipe Menyerang

Bihan Mokodompit • Minggu, 30 November 2025 | 20:05 WIB
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim.
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim.

RADARTUBAN – Situasi Ruben Amorim di Manchester United kembali jadi perhatian setelah sang pelatih menilai skuadnya membutuhkan tambahan pemain dengan karakteristik lebih menyerang, khususnya di posisi wing-back.

Penilaian tersebut muncul setelah United gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain ketika kalah dari Everton, sekaligus memperlihatkan bahwa opsi pemain di sisi lapangan masih minim.

Minimnya Pilihan Pemain Sayap Jadi Sorotan Amorim

Kekalahan 1–0 dari Everton di Old Trafford menjadi titik yang memperkuat penilaian Amorim.

Dalam duel tersebut, United tak mampu menembus pertahanan lawan meski Everton bermain dengan 10 orang sejak menit ke-13.

Pelatih berusia 40 tahun itu konsisten menggunakan formasi 3-4-2-1, namun kondisi tersebut membuat banyak pihak mempertanyakan fleksibilitas taktiknya.

Menurut pengamat, masalah bukan semata pada sistem, tetapi pada tidak adanya sosok wing-back menyerang yang mampu menekan lawan di kedua sisi lapangan.

Amorim bahkan menyinggung kurangnya pemain dengan profil seperti Amad Diallo yang bisa bermain eksplosif dan progresif di sisi kanan maupun kiri.

 “Kami butuh waktu untuk meningkatkan karakteristik tim… di pertandingan terakhir, kami seharusnya punya seorang Amad dengan kaki kanan di sisi lain untuk menghadapi tim yang bermain dengan 10 orang," kata Amorim.

Evaluasi Taktik dan Perbandingan dengan Crystal Palace

Amorim juga akan menghadapi tantangan taktis ketika Manchester United bertemu Crystal Palace yang dilatih Oliver Glasner, pelatih yang juga menggunakan formasi 3-4-2-1.

Dalam pandangan Amorim, Palace kini lebih matang dalam menerapkan sistem tersebut.

 “Kami bermain dengan cara yang berbeda… Mereka adalah klub yang berbeda dan mereka melakukan banyak hal lebih baik dari kami,” kata dia.

Komentar itu menjadi pengakuan terbuka bahwa United masih berada pada tahap adaptasi, terutama dalam mengoptimalkan peran wing-back menyerang yang seharusnya menjadi penopang utama sistem permainan.

Perlu Waktu, tapi Kebutuhan Pemain Baru Tak Bisa Diabaikan

Penggunaan formasi 3-4-2-1 menuntut setiap pemain memiliki peran dan karakteristik yang spesifik, terutama di sektor sayap.

Ketiadaan sosok sekelas Amad Diallo dengan kemampuan menusuk dan membuka ruang membuat United kesulitan membongkar pertahanan lawan.

Dalam tiga laga terakhir, United belum meraih kemenangan, memperlihatkan bahwa masalah ini bukanlah insiden tunggal.

Amorim tetap menegaskan bahwa proses adaptasi membutuhkan waktu, tetapi kebutuhan akan wing-back menyerang semakin nyata.

Di tengah padatnya jadwal Premier League, perbaikan komposisi pemain. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Ruben Amorim #Manchester United #everton