RADARTUBAN - Atalanta belum genap semusim menikmati jasa Daniel Maldini.
Namun, gelombang rumor sudah lebih cepat menerjang: sang gelandang serang muda itu bisa angkat kaki sedini Januari.
Informasi yang diembuskan jurnalis transfer Eropa, Nico Schira, memberi sinyal bahwa situasi Maldini di Bergamo tak benar-benar stabil meski baru tiba dari Monza lewat mahar sekitar € 13 juta.
Gerak cepat ini memantik banyak tanya.
Atalanta dikenal jarang buru-buru melepas pemain muda bertalenta. Mereka biasanya sabar, memoles, lalu melepas di puncak harga.
Tapi untuk Daniel Maldini, cerita tampak berbelok.
Ada kesan Atalanta belum menemukan kecocokan optimal—baik secara taktik maupun ritme permainan—dengan karakter Maldini yang mengandalkan ruang bebas dan kombinasi pendek.
Milan Memegang 50 Persen Sell-on Clause
Di sisi lain, AC Milan diam-diam ikut menyalakan radar. Bukan untuk memulangkan Maldini, melainkan karena Rossoneri memegang 50 persen sell-on clause.
Artinya, setiap kepindahan permanen dari Atalanta bakal mengirimkan setengah dari nilai penjualan ke San Siro.
Situasi yang membuat Milan berkepentingan mengawasi tiap manuver negosiasi.
Terbebani Nama Besar Maldini
Tekanan psikologis bagi Maldini pun berbeda.
Menjadi anak dari legenda Serie A Paolo Maldini otomatis menjadi beban yang tak pernah bisa benar-benar dilepas.
Ekspektasi mengalir, bahkan sebelum dia menyentuh bola.
Pindah ke Atalanta semula dipandang sebagai ruang baru untuk tumbuh jauh dari bayang-bayang raksasa.
Namun jika fase adaptasi tak berjalan, geser klub adalah konsekuensi yang realistis.
Menjelang jendela transfer musim dingin, rumor Maldini menjadi salah satu yang paling hidup.
Atalanta tak bicara, Milan menunggu, dan pasar mengendus peluang.
Jika benar terjadi, saga ini akan menjadi salah satu episode paling dinamis—sebuah kisah tentang talenta muda, tekanan nama besar, dan keputusan cepat yang bisa mengubah arah karier. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama