Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Indonesia Pantas Berada di Panggung Teratas Sepak Bola Dunia: Percaya Diri Ala John Herdman

Bihan Mokodompit • Kamis, 15 Januari 2026 | 08:25 WIB
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman.
Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman.

RADARTUBAN - Indonesia pantas berada di panggung teratas sepak bola dunia menjadi keyakinan kuat yang disampaikan John Herdman setelah resmi diperkenalkan sebagai kepala pelatih Timnas Indonesia oleh PSSI dalam konferensi pers di Jakarta.

Konferensi pers pengenalan John Herdman digelar di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, pada Selasa (13/1).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Wakil Ketua Umum Ratu Tisha, jajaran Komite Eksekutif PSSI, serta asisten pelatih César Meylan.

Penunjukan John Herdman sebagai pelatih anyar Timnas Indonesia menjadi langkah strategis PSSI dalam memperkuat arah pembinaan jangka panjang.

Dalam pernyataan perdananya, John Herdman menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.

Keyakinan tersebut, menurut Herdman, tidak terlepas dari kekuatan basis pendukung sepak bola nasional yang sangat masif dan militan.

“Saya melihat peluang di Indonesia dan saya merasa sangat yakin bahwa kelompok penggemar dan masyarakat di sini pantas berada di panggung tertinggi sepak bola dunia,” ujar Herdman.

Pernyataan itu memperkuat narasi bahwa Indonesia pantas berada di panggung teratas sepak bola dunia jika dikelola dengan arah yang tepat dan berkelanjutan.

Adaptasi Budaya Jadi Fondasi Proyek Timnas Indonesia

John Herdman menilai pemahaman budaya lokal sebagai fondasi utama dalam membangun proyek jangka panjang Timnas Indonesia.

Menurutnya, adaptasi terhadap budaya sepak bola dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia menjadi kunci penting dalam membentuk identitas tim.

“Pengalaman beradaptasi dengan budaya yang berbeda adalah bagian dari memahami dan menghayati sepak bola di sebuah negara,” kata Herdman.

Ia menambahkan bahwa faktor budaya akan sangat berpengaruh dalam upaya membawa Timnas Indonesia ke level global.

“Itu akan menjadi faktor besar dalam upaya meloloskan tim ini ke Piala Dunia 2030,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Timnas Indonesia tidak hanya dibangun dari aspek teknis, tetapi juga dari pemahaman konteks sosial dan budaya.

Waktu Singkat, Arah Harus Jelas

Meski mengusung target ambisius, John Herdman menyadari tantangan besar berupa keterbatasan waktu persiapan.

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara mendengarkan masukan, memahami situasi, dan mengambil keputusan secara cepat.

“Kami memiliki waktu yang sangat singkat,” ujar Herdman.

“Periode awal ini adalah waktu untuk mendengarkan, memahami, dan memastikan semua pihak yang perlu didengar benar-benar didengar,” tambahnya.

“Setelah itu, kami harus mengambil tindakan dengan sangat jelas tentang apa yang akan membawa hasil dengan cepat,” lanjut Herdman.

Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan kebutuhan PSSI dalam membangun tim nasional yang kompetitif dalam waktu terbatas.

Persiapan Menuju Agenda Internasional Dimulai

John Herdman mengungkapkan bahwa persiapan menuju agenda internasional terdekat sudah mulai dijalankan sejak hari pertama.

Ia menyebut bulan Maret sebagai fase krusial untuk membangun kebersamaan dan identitas permainan Timnas Indonesia.

“Saya sudah mulai berkomunikasi dengan kapten dan para pemimpin tim,” kata Herdman.

“Saya juga telah menghubungi lebih dari 60 pemain untuk memberi tahu bahwa saya hadir dan mengawasi,” lanjutnya.

“Ini tentang membangun standar dan kebiasaan yang dibutuhkan untuk lolos ke turnamen besar,” ujar pelatih berusia 50 tahun tersebut.

Langkah ini menjadi sinyal awal perubahan standar profesionalisme di lingkungan Timnas Indonesia.

Rekam Jejak Internasional John Herdman

Penunjukan John Herdman tidak lepas dari rekam jejaknya yang mentereng di level internasional.

Ia tercatat sebagai satu-satunya pelatih yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari satu negara lolos ke Piala Dunia.

Bersama Timnas Putri Selandia Baru, Herdman tampil di Piala Dunia 2007 dan 2011.

Ia juga mempersembahkan dua medali perunggu Olimpiade pada 2012 dan 2016.

Di sektor putra, John Herdman mengantar Kanada ke Piala Dunia 2022 setelah penantian selama 36 tahun.

Prestasi tersebut turut mendongkrak peringkat FIFA Kanada dari posisi 77 ke peringkat 33 dunia.

Rekam jejak ini menjadi modal kuat bagi PSSI dalam mempercayakan masa depan Timnas Indonesia kepada Herdman.

Bangun Ekosistem Pendukung Tim Nasional

Herdman juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem pendukung di sekitar tim nasional.

Kehadiran asisten pelatih César Meylan disebutnya sebagai bagian dari upaya tersebut.

“Ini juga tentang membangun tim di sekitar tim,” ujar Herdman.

“Doktor Meylan dan elemen pendukung lainnya akan membantu meningkatkan standar,” lanjutnya.

“Tujuannya adalah membawa kebiasaan kualifikasi yang selama ini belum dimiliki Indonesia,” kata Herdman.

Dengan pendekatan tersebut, Indonesia pantas berada di panggung teratas sepak bola dunia bukan sekadar slogan, melainkan target realistis.

Keyakinan John Herdman diharapkan mampu membawa Timnas Indonesia melangkah lebih jauh di bawah koordinasi PSSI yang berkelanjutan dan profesionnal. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#PSSI #John Herdman #Erick Thohir #piala dunia 2030 #pelatih timnas indonesia #timnas indonesia