Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Suasana Ruang Ganti Disebut Seperti Rumah Duka Jadi Biang Tersingkirnya Real Madrid Copa del Rey

Bihan Mokodompit • Jumat, 16 Januari 2026 | 08:35 WIB
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa
Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa

RADARTUBAN - Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey setelah menelan kekalahan mengejutkan dari klub divisi dua Albacete pada babak 16 besar.

Kekalahan ini memperpanjang periode sulit Los Blancos di kompetisi domestik dalam waktu yang relatif singkat.

Hasil tersebut juga menjadi ujian awal yang berat bagi Alvaro Arbeloa yang baru saja ditunjuk sebagai pelatih utama.

Real Madrid sebelumnya sudah lebih dulu gagal meraih gelar usai kalah dari Barcelona di ajang Piala Super Spanyol.

Kondisi ini membuat sorotan publik semakin tajam terhadap stabilitas internal tim ibu kota Spanyol tersebut.

Kekalahan dari Albacete menjadi pukulan telak karena terjadi hanya beberapa hari setelah pergantian pelatih.

Dalam pertandingan tersebut, Real Madrid sempat tertinggal dan harus menyamakan kedudukan dua kali.

Gol penyeimbang terakhir bahkan baru tercipta pada menit ke-91 lewat situasi krusial di akhir laga.

Namun harapan untuk lolos pupus setelah Albacete mencetak gol kemenangan pada menit ke-94.

Momen tersebut memastikan kekalahan dari Albacete sekaligus menyingkirkan Real Madrid dari Copa del Rey.

Keputusan Alvaro Arbeloa untuk mengistirahatkan sejumlah pemain inti menjadi salah satu sorotan utama.

Nama-nama besar seperti Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Thibaut Courtois tidak diturunkan sejak awal.

Kebijakan rotasi tersebut dinilai tidak berjalan sesuai rencana dalam laga berintensitas tinggi.

Selain hasil pertandingan, perhatian juga tertuju pada kondisi psikologis tim pascalaga.

Jurnalis Spanyol Jose Luis Sanchez mengungkapkan situasi ruang ganti Real Madrid yang sangat muram.

Ia menyebut suasana ruang ganti usai laga menyerupai sebuah rumah duka.

Menurut Sanchez, tidak ada satu pun pemain yang berbicara setelah peluit panjang dibunyikan.

Kondisi tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam atas kekalahan dari Albacete yang sulit diterima.

Alvaro Arbeloa kemudian masuk ke ruang ganti untuk menenangkan para pemainnya.

Pelatih berusia 42 tahun itu meminta timnya segera bangkit menghadapi laga lanjutan La Liga.

Ia juga secara terbuka mengakui tanggung jawab penuh atas hasil buruk tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Alvaro Arbeloa menegaskan bahwa kesalahan ada pada dirinya.

“Jika ada yang bertanggung jawab dan patut disalahkan atas hasil ini, jelas itu saya — orang yang mengambil keputusan soal susunan pemain, cara kami bermain, dan pergantian pemain,” ujar Arbeloa.

Ia menambahkan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan.

“Saya tidak takut pada kegagalan, kegagalan adalah bagian dari jalan menuju kesuksesan,” lanjutnya.

“Kekalahan ini akan membuat saya menjadi lebih baik, dan juga akan membuat kami semua menjadi lebih baik,” kata Arbeloa.

Pernyataan tersebut sejalan dengan laporan mengenai kondisi ruang ganti Real Madrid yang sangat tertekan.

Situasi ini memunculkan spekulasi mengenai penerimaan pemain terhadap kepemimpinan Alvaro Arbeloa.

Beberapa laporan sebelumnya menyebut adanya ketegangan antara pemain senior dan pelatih sebelumnya.

Kini, Arbeloa dihadapkan pada tantangan menyatukan kembali ruang ganti Real Madrid.

Kekalahan ini juga menambah catatan negatif Real Madrid di ajang domestik musim ini.

Bagi klub sebesar Real Madrid, tersingkir dari Copa del Rey oleh tim divisi dua jelas menjadi alarm serius.

Manajemen dan suporter kini menanti langkah evaluasi menyeluruh dari internal klub.

Alvaro Arbeloa dituntut membuktikan kapasitasnya dalam waktu singkat.

Jika tidak segera berbenah, Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey bisa menjadi awal krisis yang lebih besar.

(*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Real Madrid #albacete #Los Blancos #Copa del Rey #piala super spanyol #alvaro arbeloa #Barcelona