RADARTUBAN – Como 1907 kembali mengirim sinyal keras ke peta persaingan Serie A.
Klub milik pengusaha Indonesia, Hartono bersaudara itu resmi mengamankan tanda tangan winger muda Adrian Lahdo dari Hammarby IF dengan nilai transfer € 12 juta, atau setara lebih dari Rp 200 miliar.
Kesepakatan tersebut dikonfirmasi oleh jurnalis transfer terpercaya Fabrizio Romano melalui akun X miliknya.
Romano menyebut proses negosiasi rampung setelah kesepakatan menit-menit akhir antara kedua klub tercapai.
Transfer ini menempatkan Lahdo sebagai salah satu pembelian termahal Como dalam sejarah klub, sekaligus mempertegas arah proyek jangka panjang yang tengah dibangun manajemen.
Taruhan Besar Como untuk Masa Depan
Keputusan Como menebus Lahdo dengan harga tinggi bukan langkah spontan.
Winger berusia 20 tahun itu dinilai sebagai aset strategis, bukan sekadar tambahan skuad asuhan Cesc Fabregas.
Performa konsistennya bersama Hammarby di Allsvenskan membuat namanya masuk radar sejumlah klub Eropa dalam dua musim terakhir.
Lahdo dikenal sebagai pemain sayap modern: cepat, agresif dalam duel satu lawan satu, dan berani mengambil risiko di sepertiga akhir lapangan.
Statistik kontribusi gol dan assist-nya bersama Hammarby menjadi dasar kuat mengapa Como berani memecahkan struktur belanja mereka.
Bagi klub yang baru dua musim kembali ke kasta tertinggi Italia itu, transfer tersebut adalah pernyataan sikap: Como tidak berniat hanya bertahan hidup di Serie A.
Dari Swedia ke Italia: Lonjakan Level yang Menantang
Namun, lonjakan dari liga Swedia ke Serie A bukan perkara ringan. Intensitas, disiplin taktik, serta tekanan publik Italia akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Lahdo.
Di titik ini, Como mengambil risiko terukur—taruhan pada potensi, bukan jaminan instan.
Manajemen Como diyakini melihat Lahdo sebagai proyek pengembangan, bukan solusi jangka pendek.
Adaptasi akan menjadi kata kunci, terutama dalam menghadapi bek-bek Serie A yang jauh lebih disiplin dan berpengalaman.
Jika proses adaptasi berjalan mulus, Como bukan hanya mendapatkan winger eksplosif, tetapi juga aset bernilai jual tinggi di masa depan.
Sinyal Serius Manajemen: Como Bukan Klub Pelengkap
Dalam beberapa jendela transfer terakhir, Como konsisten membidik pemain muda dengan profil internasional.
Pola ini memperlihatkan perubahan identitas klub—dari sekadar tim promosi menjadi entitas ambisius dengan visi jelas.
Transfer Adrian Lahdo menguatkan kesan tersebut. Nilai € 12 juta untuk pemain usia 20 tahun dari Allsvenskan bukan keputusan konservatif.
Ini adalah investasi dengan kalkulasi matang, sekaligus pesan tegas kepada pesaing: Como siap bersaing, bukan numpang lewat.
Serie A kini punya aktor baru yang patut diperhitungkan. Dan Adrian Lahdo menjadi simbol terbaru dari ambisi itu. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni