Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Joan Laporta Mundur dari Kursi Presiden Barcelona Jelang Pemilihan Ulang

Bihan Mokodompit • Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00 WIB
Presiden FC Barcelona, Joan Laporta.
Presiden FC Barcelona, Joan Laporta.

RADARTUBAN - Joan Laporta Mundur dari jabatannya sebagai Presiden Barcelona lima tahun setelah terpilih, namun keputusan tersebut bukanlah bentuk krisis melainkan bagian dari mekanisme resmi klub jelang pemilihan ulang.

Keputusan ini dikonfirmasi pada batas akhir yang telah ditentukan oleh aturan internal klub, tepat sebelum Laporta memulai kampanye untuk kembali memimpin Barcelona.

Bagi klub sebesar Barcelona, kabar mundurnya seorang Presiden Barcelona biasanya memicu kegelisahan global.

Namun, kondisi kali ini berbeda karena sistem kepemilikan Barcelona yang berbasis keanggotaan atau socios membuat pengunduran diri tersebut bersifat administratif.

Aturan klub menegaskan bahwa setiap kandidat dalam Pemilihan Presiden Barcelona tidak boleh sedang menjabat di struktur manajemen klub.

Atas dasar tersebut, Joan Laporta Mundur sementara demi memenuhi syarat pencalonan dan tetap bisa maju dalam pemilihan yang dijadwalkan pada 15 Maret.

Situasi ini mengingatkan publik pada mundurnya Josep Maria Bartomeu pada 2020, meski latar belakang keduanya sangat bertolak belakang.

Bartomeu meninggalkan jabatannya usai kalah dalam mosi tidak percaya akibat dugaan salah kelola keuangan dan skandal Barçagate.

Sebaliknya, Joan Laporta Mundur dalam kondisi klub yang relatif stabil dan prestasi yang terus membaik di lapangan.

Selama masa kampanye Laporta, posisi Presiden Barcelona akan dipegang sementara oleh Rafa Yuste.

Rafa Yuste merupakan wakil presiden sejak 2021 dan dipercaya menjaga kesinambungan kepemimpinan hingga akhir musim.

Struktur manajemen klub dipastikan tetap berjalan normal sampai hasil Pemilihan Presiden Barcelona diumumkan.

Dalam kontestasi ini, Laporta diprediksi kembali berhadapan dengan Victor Font, pesaing terkuatnya sejak pemilihan 2021.

Saat itu, Font harus mengakui keunggulan Laporta yang meraih suara hampir dua kali lipat.

Namun, Victor Font kini tampil lebih vokal dan kritis terhadap kebijakan dewan saat ini.

Font secara terbuka menyatakan tidak akan mempertahankan direktur olahraga Deco jika terpilih menjadi Presiden Barcelona.

Dia juga mengkritik waktu pemilihan yang dinilai tidak lazim karena digelar sebelum musim berakhir.

Menurut Font, jadwal Pemilihan Presiden Barcelona seharusnya tidak mengganggu fokus tim di tengah persaingan kompetisi.

Kritik serupa disampaikan kandidat lain, Marc Ciria, yang menilai Joan Laporta Mundur demi memanfaatkan momentum positif klub.

Ciria menyebut Laporta bersikap oportunistis dengan menggelar pemilihan saat Barcelona memimpin klasemen La Liga dan baru menjuarai Piala Super.

Selain Font dan Ciria, Xavier Vilajoana serta Joan Camprubí juga resmi mendaftarkan diri dalam Pemilihan Presiden Barcelona.

Seluruh kandidat, termasuk Joan Laporta Mundur, diwajibkan mengumpulkan minimal 2.321 tanda tangan anggota klub.

Meski persaingan diprediksi ketat, Laporta tetap difavoritkan berkat stabilitas finansial dan performa tim.

Dalam pernyataan kerasnya, Victor Font melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan saat ini.

“Jika para anggota mengetahui kebohongan dan penyesatan yang disebarkan oleh dewan ini, mereka pasti akan mengatakan sudah cukup,” ujar Font.

“Jika saya diberi waktu setengah jam di Camp Nou untuk berbicara kepada 50 ribu anggota tentang apa yang sebenarnya dilakukan dewan ini, saya yakin akan menang telak.”

“Kami tahu ribuan anggota sepakat dengan kami dan taruhannya sangat besar,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Pemilihan Presiden Barcelona kali ini akan berlangsung panas dan sarat adu gagasan.

Di sisi lain, Laporta mengandalkan pendekatan kontinuitas dengan prinsip jika sistem berjalan baik, maka tidak perlu perubahan drastis.

Dengan kondisi tersebut, hasil pemilihan masih terbuka, meski Joan Laporta Mundur sementara justru dinilai sebagai langkah strategis. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#krisis #presiden #pemilihan #joan laporta #Barcelona