Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Pochettino Yakin AS Juara Piala Dunia 2026, Ini Alasan dan Tantangan Timnas Amerika Serikat

Bihan Mokodompit • Kamis, 12 Februari 2026 | 06:10 WIB
Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, saat bertemu presiden FIFA Gianni Infantino dan presiden AS Donald Trump
Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, saat bertemu presiden FIFA Gianni Infantino dan presiden AS Donald Trump

RADARTUBAN - Pochettino yakin AS juara Piala Dunia 2026 menjadi pernyataan yang menyita perhatian publik sepak bola dunia setelah pengakuannya bertemu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam acara undian turnamen.

Keyakinan tersebut disampaikan Mauricio Pochettino meski Timnas Amerika Serikat masih berada dalam fase pembangunan menuju Piala Dunia 2026.

Turnamen empat tahunan itu akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan sebagian besar pertandingan berlangsung di tanah Amerika.

Pertemuan Singkat Pochettino dan Donald Trump

Mauricio Pochettino menceritakan momen pertemuannya dengan Presiden Donald Trump dalam wawancara bersama High Performance Podcast.

Ia mengaku hanya berbincang singkat, namun pertanyaan yang dilontarkan Trump cukup langsung dan menantang.

“Di acara undian Piala Dunia, saya bertemu Donald Trump selama beberapa menit. Dia bertanya kepada saya, ‘Menurut Anda bagaimana, Coach. Bisakah Anda memenangkan Piala Dunia?’,” ujar Pochettino.

Pochettino pun menjawab dengan penuh optimisme atas potensi Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026.

“Saya menjawab, ‘Tentu saja, Tuan Presiden.’ Karena ini adalah Amerika Serikat. Mimpi Amerika itu ada.

Ini tentang menjadi yang pertama. Menjadi nomor satu. Kami benar-benar percaya bisa menang,” lanjutnya.

Optimisme Jelang Piala Dunia 2026

Pochettino menilai atmosfer positif mulai tumbuh di internal Timnas Amerika Serikat sejak ia menangani tim tersebut.

Menurutnya, kepercayaan diri skuad perlahan meningkat seiring waktu dan hasil pertandingan.

“Kami berada di fase di mana, setelah satu setengah tahun, orang-orang mulai merasa bahwa kami bisa juara,” kata Mauricio Pochettino.

Keyakinan itu diperkuat dengan status tuan rumah yang akan memberikan dukungan besar dari publik.

Hasil Positif dan Ujian Berat

Timnas Amerika Serikat menutup akhir 2025 dengan catatan lima pertandingan tanpa kekalahan.

Kemenangan atas Jepang, Australia, Paraguay, dan Uruguay menjadi bukti perkembangan tim.

Capaian tersebut diraih meski beberapa pemain kunci absen dari skuad.

Namun, tantangan sesungguhnya akan datang pada agenda uji coba internasional tahun 2026.

Pada bulan Maret, Timnas Amerika Serikat dijadwalkan menghadapi Belgia dan Portugal.

Selanjutnya pada Juni, ujian berlanjut dengan laga melawan Senegal dan Jerman.

Laga-laga tersebut dinilai sebagai tolok ukur kesiapan menuju Piala Dunia 2026.

Masa Depan Mauricio Pochettino

Mauricio Pochettino saat ini terikat kontrak hingga berakhirnya Piala Dunia 2026.

Federasi sepak bola Amerika Serikat disebut berpeluang memperpanjang kontraknya jika performa tim memuaskan.

Meski demikian, Pochettino mengisyaratkan keinginannya untuk kembali ke Eropa suatu saat nanti.

Ia menyebut Liga Champions sebagai trofi yang paling ingin ia menangkan dalam kariernya.

Keinginan tersebut memunculkan spekulasi terkait masa depan Mauricio Pochettino setelah Piala Dunia 2026.

Apakah Pochettino yakin AS juara Piala Dunia 2026 akan menjadi kenyataan atau sekadar optimisme, semua akan terjawab di turnamen nanti.

Yang pasti, Timnas Amerika Serikat kini memasuki fase krusial dengan ekspektasi publik yang semakin tinggi menjelang Piala Dunia 2026. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Mauricio Pochettino #Piala Dunia 2026 #timnas amerika serikat #donald trump