Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dimarco dan Bastoni Jadi Incaran Elite Eropa, Inter Milan Dipaksa Bergerak Amankan Masa Depan

Tulus Widodo • Sabtu, 14 Februari 2026 | 09:13 WIB
Kolase foto Federico Dimarco dan Alessandro Bastoni
Kolase foto Federico Dimarco dan Alessandro Bastoni

RADARTUBAN – Daya tarik skuad Inter Milan kembali memantik radar klub-klub elite Eropa.

Dua pilar utama Nerazzurri, Federico Dimarco dan Alessandro Bastoni, kini berada dalam pantauan serius.

Untuk Bastoni, situasinya bahkan disebut berpotensi meningkat tajam seiring minat Barcelona yang mulai terlihat semakin konkret.

Informasi tersebut diungkapkan oleh jurnalis Italia Giovanni Longari. Dalam laporannya, Longari menegaskan bahwa Inter harus segera bekerja pada pembaruan kontrak untuk kedua pemain jika ingin meredam godaan dari luar.

Bastoni dan Bayang-Bayang Camp Nou

Nama Bastoni memang tak pernah absen dari daftar bek elite Eropa. Usianya matang, pengalaman Liga Champions solid, dan kemampuan membangun serangan dari belakang membuatnya cocok dengan filosofi Barcelona.

Ketertarikan itu kini disebut memasuki fase “lebih nyata”, bukan sekadar rumor musiman.

Bagi Inter, ini alarm keras. Bastoni bukan hanya bek tengah, tetapi fondasi permainan. Kehilangannya akan memaksa klub melakukan reset taktik yang mahal dan berisiko.

Dimarco: Senjata Sayap yang Tak Lagi Tersembunyi

Sementara itu, Dimarco terus menjelma sebagai bek sayap modern yang komplet—akurat dalam umpan silang, disiplin bertahan, dan berani masuk ke area final third. Performanya membuat “le big europee” mulai menghitung langkah.

Meski sorotannya tak sekeras Bastoni, nilai strategis Dimarco bagi Inter sama krusialnya.

Pemain 28 tahun itu adalah produk internal yang tumbuh bersama identitas klub—aset yang sulit dicari penggantinya.

Analisis Kritis: Rinnovo atau Risiko

Situasi ini menempatkan Inter pada persimpangan penting. Negosiasi kontrak bukan lagi rutinitas administratif, melainkan langkah protektif atas stabilitas tim.

Keterlambatan bisa membuka ruang manuver klub-klub besar, terutama Barcelona yang dikenal agresif memanfaatkan celah kontrak.

Di sisi lain, memperpanjang kontrak berarti komitmen finansial besar. Inter harus menyeimbangkan neraca tanpa mengorbankan inti skuad—pekerjaan rumah yang menuntut ketegasan manajemen.

Menjaga Jantung Tim

Pesannya jelas: Inter tak kekurangan peminat untuk bintang-bintangnya.

Namun mempertahankan Dimarco dan Bastoni bukan sekadar soal gengsi, melainkan tentang menjaga jantung tim tetap berdetak.

Waktu berjalan, dan di bursa Eropa, ragu sering kali berujung kehilangan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Liga Champions #federico dimarco #Alessandro Bastomi #bursa transfer #Inter Milan #Barcelona