RADARTUBAN - Chiellini dikritik usai kontroversi kartu merah Juventus vs Inter yang memanaskan persaingan di Serie A akhir pekan lalu.
Sorotan tajam mengarah kepada direktur Juventus itu, setelah ia meluapkan kekecewaan terhadap keputusan wasit dalam laga panas tersebut.
Pertandingan yang berakhir dengan skor 3-2 untuk Inter itu menyisakan perdebatan panjang, terutama terkait kartu merah Pierre Kalulu.
Kartu Merah yang Picu Polemik
Kontroversi kartu merah Juventus bermula ketika Pierre Kalulu menerima kartu kuning kedua.
Bek asal Prancis itu dinilai melakukan pelanggaran terhadap Alessandro Bastoni di area pertahanan Inter.
Dalam tayangan ulang, Bastoni tampak terjatuh setelah kontak yang dianggap sebagian pihak tidak terlalu keras.
Situasi semakin memanas karena Bastoni terlihat merayakan momen ketika Kalulu diusir dari lapangan.
Keputusan wasit tersebut langsung memicu reaksi keras dari kubu Juventus.
Chiellini disebut mendatangi wasit di lorong stadion usai pertandingan.
Ia kemudian menyampaikan kritik terbuka kepada media.
Chiellini mengatakan bahwa “mustahil membicarakan sepak bola” setelah kesalahan seperti itu.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian luas karena datang dari sosok penting di manajemen klub.
Respons Cristian Chivu dan Serse Cosmi
Pelatih Inter, Cristian Chivu, turut memberikan tanggapan atas insiden itu.
Menurutnya, Kalulu tidak seharusnya meletakkan tangan pada Bastoni dalam situasi tersebut.
Komentar Chivu dinilai sebagai pembelaan terhadap keputusan wasit dalam laga Juventus vs Inter.
Namun, respons berbeda datang dari mantan pelatih Serie A, Serse Cosmi.
Cosmi angkat bicara menanggapi komentar Chiellini yang menyebut insiden itu bukan bagian dari sepak bola.
Dalam wawancaranya kepada Sport Mediaset yang dikutip Corriere dello Sport, Cosmi menyampaikan kritik terbuka.
“Saya tidak menyukai kata-kata siapa pun,” ujar Cosmi.
“Bukan kata-kata Cristian Chivu, yang saya harapkan bisa berbicara berbeda mengingat kecerdasannya, dan saya juga tidak menyukai pernyataan Giorgio Chiellini yang mengatakan bahwa ini bukan sepak bola. Dengan segala hormat, saya pernah mengalami apa yang benar-benar bukan sepak bola," lanjut dia.
Pernyataan itu merujuk pada pengalaman masa lalu yang penuh kontroversi di sepak bola Italia.
Bayang-Bayang Calciopoli
Ucapan Cosmi tidak lepas dari konteks sejarah panjang Juventus.
Dia mengaitkan pernyataannya dengan skandal Calciopoli pada 2006.
Kasus Calciopoli membuat Juventus harus menerima sanksi berat.
Klub raksasa Turin itu dicabut dua gelarnya dan terdegradasi ke Serie B.
Cosmi sendiri pernah melatih di Serie A pada periode tersebut.
Ia menangani Udinese pada musim 2005-2006 sebelum diberhentikan pada Februari 2006.
Dengan latar belakang itu, Cosmi merasa memahami betul apa yang ia maksud sebagai situasi yang benar-benar “bukan sepak bola”.
Dampak bagi Juventus dan Serie A
Kontroversi kartu merah Juventus ini kembali memunculkan perdebatan tentang kualitas kepemimpinan wasit di Serie A.
Sebagian pihak menilai keputusan tersebut sah sesuai aturan.
Sebagian lainnya menganggap insiden itu terlalu keras untuk berujung kartu merah.
Juventus vs Inter memang selalu sarat tensi dan sejarah panjang rivalitas.
Hasil pertandingan tersebut membuat persaingan papan atas Serie A semakin ketat.
Terlepas dari polemik yang ada, semua pihak diharapkan tetap menjaga profesionalisme.
Sepak bola Italia memiliki sejarah besar yang harus dijaga dengan sikap saling menghormati.
Kontroversi kartu merah Juventus ini pun menjadi pengingat bahwa emosi dalam pertandingan besar sering kali memicu pernyataan keras dari berbagai pihak. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama