Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bruno Moreira Kecewa Persebaya Dibantai Borneo FC 5-1 di Stadion Segiri

Bihan Mokodompit • Senin, 9 Maret 2026 | 13:30 WIB

Kapten Persebaya Bruno Moreira kecewa setelah timnya dibantai Borneo FC di Stadion Segiri pada lanjutan BRI Super League 2025/26.
Kapten Persebaya Bruno Moreira kecewa setelah timnya dibantai Borneo FC di Stadion Segiri pada lanjutan BRI Super League 2025/26.

RADARTUBAN - Bruno Moreira kecewa setelah Persebaya Surabaya harus menelan kekalahan telak dari Borneo FC Samarinda pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/26 yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3) malam.

Pertandingan tersebut berakhir dengan skor mencolok 5-1 untuk kemenangan tuan rumah.

Hasil itu menjadi salah satu kekalahan paling pahit yang dialami Persebaya Surabaya sepanjang musim BRI Super League 2025/26.

Persebaya Tak Berkutik di Stadion Segiri

Sejak awal pertandingan, Borneo FC Samarinda tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri.

Tim berjuluk Pesut Etam mampu menekan pertahanan Persebaya Surabaya hingga akhirnya berhasil mencetak lima gol sepanjang pertandingan.

Sebaliknya, Persebaya Surabaya hanya mampu membalas satu gol sehingga tidak mampu mengejar ketertinggalan.

Kekalahan tersebut membuat skuad Bajol Ijo harus pulang dari Samarinda dengan hasil yang sangat mengecewakan.

Situasi itu juga menjadi sorotan karena performa Persebaya Surabaya dinilai tidak menunjukkan permainan terbaik mereka pada laga BRI Super League 2025/26 kali ini.

Bruno Moreira Kecewa dengan Hasil Pertandingan

Usai laga, kapten tim sekaligus pemain asing Persebaya Surabaya, Bruno Moreira, mengungkapkan rasa kecewanya terhadap hasil pertandingan tersebut.

Bruno Moreira kecewa karena timnya tidak mampu menunjukkan permainan seperti biasanya ketika menghadapi Borneo FC Samarinda.

“Ini permainan yang sangat tidak biasa dari Persebaya,” kata pemain asal Brasil itu.

“Kami datang untuk mendapatkan tiga poin. Kami tidak mengharapkan kebobolan lima gol dan hanya mencetak satu,” katanya.

Menurutnya, seluruh pemain merasakan kekecewaan yang sama setelah pertandingan berakhir.

Namun Bruno Moreira kecewa bukan berarti tim harus terus larut dalam hasil buruk tersebut.

Dia menegaskan bahwa sepak bola selalu memiliki dinamika yang tidak bisa diprediksi.

“Pertandingan sudah selesai. Kami tidak bisa menyesal sekarang. Ini sepak bola, kadang kita menang dan kadang kita kalah,” ujar Bruno Moreira.

Evaluasi Jadi Fokus Persebaya

Kekalahan dari Borneo FC Samarinda di ajang BRI Super League 2025/26 menjadi bahan evaluasi penting bagi Persebaya Surabaya.

Tim pelatih dan para pemain diharapkan segera melakukan analisis terhadap kesalahan yang terjadi selama pertandingan.

Langkah evaluasi dianggap menjadi cara terbaik untuk memperbaiki performa tim di pertandingan berikutnya.

Situasi ini juga menjadi pengingat bahwa kompetisi BRI Super League 2025/26 masih panjang dan setiap tim harus terus berbenah.

Persebaya Surabaya perlu segera bangkit agar tidak kembali kehilangan poin di laga berikutnya.

Bertekad Bangkit di Pertandingan Selanjutnya

Sebagai kapten tim, Bruno Moreira berharap para pemain Persebaya Surabaya mampu belajar dari kekalahan telak melawan Borneo FC Samarinda tersebut.

Ia menilai evaluasi harus dilakukan secara serius agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi pada pertandingan selanjutnya di BRI Super League 2025/26.

“Yang bisa kami lakukan sekarang adalah menganalisis kesalahan kami dan mencoba memperbaikinya agar menjadi lebih baik ke depan,” pungkasnya.

Kekalahan ini memang menjadi pukulan bagi Persebaya Surabaya, namun tim masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki performa di sisa kompetisi BRI Super League 2025/26.

Para pemain kini dituntut untuk segera bangkit dan menunjukkan mentalitas kuat pada pertandingan berikutnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#stadion segiri #PERSEBAYA #BRI Super League #surabaya