Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Performa Gemilang Teja Paku Alam Tak Cukup? Ini Alasan Potensial Absen dari Timnas Indonesia

Tulus Widodo • Senin, 9 Maret 2026 | 16:15 WIB

 

Kiper Persib Teja Paku Alam tidak masuk daftar pemain Timnas Indonesia
Kiper Persib Teja Paku Alam tidak masuk daftar pemain Timnas Indonesia

RADARTUBAN - Ketika daftar skuad sementara Timnas Indonesia untuk agenda FIFA Matchday diumumkan pelatih John Herdman, banyak penggemar sepak bola nasional langsung memeriksa satu nama: Teja Paku Alam.

Namun hasilnya mengejutkan. Nama penjaga gawang andalan Persib Bandung itu tidak tercantum dalam daftar pemain yang dipanggil.

Padahal jika melihat performanya musim ini, Teja justru termasuk salah satu kiper paling konsisten di kompetisi domestik.

Akun X @wallpassjournal bahkan menyoroti fakta tersebut dengan nada bertanya.

“Apa yang mungkin menyebabkan Teja Paku Alam tidak dipanggil ke Timnas Indonesia oleh John Herdman untuk seri FIFA Matchday mendatang? Musim ini Teja mencatat 30 pertandingan dengan 18 clean sheet di semua kompetisi untuk Persib Bandung.”

Baca Juga: John Herdman Umumkan 41 Pemain Skuad Sementara Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Statistik yang Sulit Diabaikan

Musim ini, kontribusi Teja bagi Persib memang sangat signifikan. Dari total 30 pertandingan di semua kompetisi, ia berhasil mencatat 18 clean sheet—angka yang menunjukkan konsistensi tinggi dalam menjaga gawang.

Dalam banyak pertandingan penting di BRI Super League, refleks cepat dan kemampuan membaca arah bola membuat Teja kerap menjadi penyelamat Persib.

Bagi banyak pengamat sepak bola nasional, statistik tersebut seharusnya cukup kuat untuk menempatkan Teja dalam radar tim nasional.

Persaingan Ketat di Posisi Kiper

Meski begitu, posisi penjaga gawang memang termasuk sektor yang paling kompetitif di Timnas Indonesia saat ini.

Beberapa nama yang masuk daftar Herdman memiliki pengalaman internasional yang cukup solid.

Di antaranya: Emil Audero (Cremonese), Maarten Paes (Ajax Amsterdam), Nadeo Argawinata (Borneo FC), dan Ernando Ari (Persebaya).

Satu nama lagi yang dipanggil yakni kiper muda PSIM Jogjakarta, Cahya Supriyadi.

Dengan komposisi tersebut, kemungkinan Herdman sedang mencoba membangun hierarki baru di bawah mistar gawang.

Beberapa kiper diaspora yang bermain di Eropa juga menjadi faktor yang membuat persaingan semakin ketat.

Baca Juga: Thom Haye Dicoret dari Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Begini Komentarnya

Faktor Taktis dan Filosofi Pelatih

Alasan lain yang mungkin memengaruhi keputusan ini adalah preferensi gaya bermain pelatih.

Beberapa pelatih modern menilai kiper bukan hanya dari kemampuan menepis bola, tetapi juga dari:
- distribusi bola
- kemampuan bermain dengan kaki
- kecepatan memulai serangan dari belakang.

Jika Herdman mengutamakan tipe penjaga gawang yang aktif dalam membangun permainan, pemilihan pemain bisa saja dipengaruhi oleh faktor tersebut.

Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari staf pelatih terkait alasan absennya Teja dari daftar skuad.

Debat Baru di Kalangan Suporter

Absennya Teja dari daftar pemain langsung memicu diskusi luas di kalangan suporter.
Sebagian menilai keputusan ini cukup mengejutkan mengingat performanya yang stabil sepanjang musim.

Sebagian lainnya berpendapat bahwa pelatih memiliki visi jangka panjang yang mungkin tidak selalu terlihat dari statistik semata.

Dalam sepak bola modern, keputusan pemanggilan pemain memang tidak selalu didasarkan pada angka performa saja.

Ada faktor taktik, kebutuhan tim, hingga rencana jangka panjang yang sering kali menjadi pertimbangan utama.

Kisah yang Belum Selesai

Meski tidak masuk skuad untuk FIFA Matchday kali ini, peluang Teja untuk kembali ke Timnas Indonesia belum tertutup.

Sepak bola selalu berubah cepat. Satu musim gemilang bisa membuka pintu baru kapan saja—terutama bagi pemain yang terus menjaga konsistensi seperti Teja.

Jika performanya bersama Persib tetap stabil, bukan tidak mungkin namanya kembali muncul dalam daftar skuad tim nasional pada agenda internasional berikutnya.

Dan ketika momen itu tiba, cerita tentang kiper yang sempat terlewat dari radar Timnas bisa berubah menjadi salah satu kisah comeback paling menarik dalam sepak bola Indonesia. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#teja paku alam #John Herdman #fifa matchday #timnas indonesia