
RADARTUBAN-Bagi sebagian orang, menghidupkan dunia hiburan mungkin berarti menghadirkan panggung, pertunjukan, atau perhelatan seni.
Namun, bagi drg Ratna Handayani, ada sesuatu yang jauh lebih penting di balik gemerlap panggung: menyediakan ruang bagi anak-anak muda untuk menemukan dan mengembangkan potensinya.
Itulah yang mendorong Ratna mendirikan Larasati Entertainment.
Baca Juga: Samiun, Perajin Batik Gedog yang Tak Pernah Lagi Membuat Pola Sebelum Menyanting
Dari rumah industri hiburan yang bermarkas di Jalan Tony Koeswoyo 8, Tuban, perempuan yang sehari-hari bertugas sebagai dokter gigi di Poliklinik Kesehatan (Poskes 05.10.07) atau yang dulu dikenal dengan nama DKT Tuban itu mencoba memberi warna baru bagi geliat seni dan hiburan di Bumi Ronggolawe.
Nama Larasati sendiri diambil dari nama putri bungsunya. Namun, bagi Ratna, Larasati bukan sekadar nama sebuah event organizer.
Ada semangat untuk menghidupkan aktivitas seni sekaligus membuka ruang bagi generasi muda yang memiliki talenta, namun belum menemukan wadah untuk berkembang.
”Sebenarnya, anak-anak itu memiliki kemampuan. Hanya saja, mereka tidak punya wadah untuk mendorongnya maju dan berkarya,” ujar Ratna kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Perjalanan Larasati Entertainment dimulai melalui Tuban Fashion Parade yang digelar di Graha Sandiya Tuban pada 2024.
Ajang tersebut menjadi langkah awal Ratna memperkenalkan rumah industri hiburannya sekaligus mempertemukan anak-anak muda dengan panggung yang lebih luas.
Setahun kemudian, Larasati Entertainment menggelar Tuban Kebaya Festival dengan menampilkan anak‐anak Larasati Modelling Class.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





