Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Microsoft Kembangkan Toolkit untuk Jalankan Kode CUDA di GPU AMD, Optimalkan Kinerja AI di Azure

Andika Julia Perdana Putra
Microsoft kembangkan toolkit untuk konversi kode CUDA ke ROCm.
Microsoft kembangkan toolkit untuk konversi kode CUDA ke ROCm.

RADARTUBAN - Microsoft baru-baru ini dikabarkan tengah mengembangkan sebual toolkit yang memungkinkan model CUDA, sebuah perangkat lunak andalan NVIDIA untuk dijalankan pada GPU AMD.


Advertisement

Konsepnya sederhana, toolkit ini akan menerjemahkan kode CUDA secara otomatis ke platform ROCm.

Langkah ini menandai upaya Microsoft untuk mengoptimalkan hardware AMD yang dimiliki guna memenuhi kebutuhan AI ditengah meningkatnya permintaan pasar terhadap teknologi ini.

Selama ini, keberhasilan dominasi NVIDIA di ranah AI bukan hanya ditunjang oleh keunggulan hardware, tetapi juga software dengan dukungan ekosistem CUDA yang telah menjadi standar industri saat ini.

Advertisement

CUDA memudahkan pengembang untuk menjalankan berbagai model AI namun hanya di beberapa hardware yang support platform tersebut.

Dengan toolkit baru ini, Microsoft berusaha untuk membawa CUDA ke lebih banyak hardware melalui konversi kode ke ROCm tanpa perlu menulis kode sumber lagi secara menyeluruh.

Kendati ROCm sendiri masih memiliki beberapa keterbatasan, tetapi dengan mendukung platform CUDA, GPU AMD berpotensi akan bekerja semakin maksimal untuk ekosistem cloud server Azure

Advertisement

Salah seorang karyawan Microsoft yang dikabarkan memiliki pangkat tinggi membenarkan bahwa Microsoft sedang berupaya untuk mengembangkan toolkit ini.

Dia menambahkan proyek ini juga melibatkan AMD untuk mengatasi tantangan kinerja serta kompatibilitas hardware yang ada.

Alasan di balik langkah ini cukup jelas, Microsoft melihat lonjakan besar dalam beban kerja inference AI.

Karena proses inference menuntut efisiensi biaya dan konsumsi daya yang lebih rendah, GPU AMD menjadi pilihan yang menarik dibandingkan GPU NVIDIA yang lebih mahal. (*)

Advertisement
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

AI Dinilai Bisa Tekan Kelas Menengah, Mardigu Soroti Fenomena Nothing in the Middle

AI Dinilai Bisa Tekan Kelas Menengah, Mardigu Soroti Fenomena Nothing in the Middle

Mardigu Wowiek memprediksi kesenjangan ekonomi melebar dan kelas menengah makin terdesak akibat perkembangan teknologi dan AI.

AI Makin Berkembang, Ini Keterampilan yang Membuat Pekerja Tetap Dibutuhkan

AI Makin Berkembang, Ini Keterampilan yang Membuat Pekerja Tetap Dibutuhkan

AI mulai mengubah kebutuhan tenaga kerja. Simak tiga keterampilan yang perlu dikuasai agar pekerja mampu bertahan di tengah otomatisasi.

Bukan Sekadar Kecanduan Gawai, Algoritma Media Sosial Dinilai Bisa Memperlebar Perpecahan

Bukan Sekadar Kecanduan Gawai, Algoritma Media Sosial Dinilai Bisa Memperlebar Perpecahan

Algoritma media sosial dan AI dinilai membawa tantangan bagi kohesi sosial. Simak penjelasan akademisi UMS tentang ancaman era digital.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer