Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ubisoft Batalkan Game Multiplayer Assassin’s Creed, Karyawan Dilanda Ketidakpastian

Andika Julia Perdana Putra
Ubisoft membatalkan pengembangan game Assassin
Ubisoft membatalkan pengembangan game Assassin

RADARTUBAN – Gelombang efisiensi yang dilakukan Ubisoft kembali memakan korban.


Advertisement

Setelah sebelumnya memangkas anggaran dan membatalkan enam proyek game, perusahaan asal Prancis itu kini dikabarkan menghentikan pengembangan game Assassin’s Creed versi multiplayer dengan nama kode League.

Informasi ini pertama kali diungkap oleh media game Origami.

League Awalnya Dirancang sebagai DLC Assassin’s Creed Shadows

Advertisement

Dalam laporannya, League awalnya dikembangkan sebagai konten tambahan atau DLC untuk Assassin’s Creed Shadows.

Game ini dirancang menghadirkan pengalaman multipemain kooperatif hingga empat orang, di mana pemain bekerja sama menjalankan misi pembunuhan dengan latar Jepang feodal.

Advertisement

Dikembangkan Ubisoft Annecy, Spesialis Mode Multiplayer

Proyek League dikerjakan oleh Ubisoft Annecy, studio yang dikenal sebagai pengembang mode multipemain pada seri Assassin’s Creed terdahulu seperti Brotherhood dan Black Flag.

Pengalaman panjang studio tersebut sempat menumbuhkan harapan bahwa League bisa menjadi gebrakan baru bagi Assassin’s Creed multiplayer.

Terlalu Menyita Sumber Daya dan Sulit Penuhi Standar

Namun seiring pengembangannya, konsep League dinilai terlalu memakan sumber daya dan tidak mampu memenuhi standar kualitas internal Ubisoft.

Meski sempat dipertimbangkan untuk diubah menjadi mode co-op skala kecil di dunia Assassin’s Creed Shadows, rencana tersebut akhirnya tetap dibatalkan.

Tidak Termasuk Enam Proyek yang Dihentikan Sebelumnya

Laporan menyebut pembatalan League tidak masuk dalam daftar enam proyek yang telah lebih dulu dihentikan Ubisoft pada Januari lalu.

Hal ini menunjukkan bahwa gelombang efisiensi Ubisoft masih terus berjalan dan berdampak pada proyek-proyek lain di luar daftar awal.

Dampak Besar bagi Karyawan Ubisoft

Keputusan ini turut memicu keresahan internal. Sejumlah karyawan dilaporkan merasa marah dan putus asa akibat kondisi perusahaan yang semakin tidak menentu.

Situasi diperparah dengan pemecatan sekitar 70 pengembang di Ubisoft Halifax dalam rangkaian restrukturisasi perusahaan.

Serikat Pekerja Serukan Mogok Kerja

Kondisi tersebut memicu seruan mogok kerja dari serikat pekerja Ubisoft di Prancis pada 10 hingga 12 Februari.

Serikat pekerja bahkan menuntut pengunduran diri CEO Ubisoft, Yves Guillemot, sebagai bentuk protes terhadap kebijakan manajemen.

Ubisoft Masih Bungkam

Hingga kini, Ubisoft belum memberikan pernyataan resmi terkait pembatalan proyek multiplayer Assassin’s Creed maupun arah pengembangan seri tersebut ke depan.

Ketidakpastian ini membuat masa depan Assassin’s Creed multiplayer dan nasib karyawan Ubisoft masih menjadi tanda tanya besar. (*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar TubanIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Gagal Gaet Pasar, Ubisoft Resmi Tutup Game NFT Champions Tactics pada Oktober 2026

Gagal Gaet Pasar, Ubisoft Resmi Tutup Game NFT Champions Tactics pada Oktober 2026

Ubisoft resmi akan menutup server game NFT Champions Tactics: Grimoria Chronicles pada 30 Oktober 2026 setelah sepi peminat dan fitur Web3 dihapus.

Pendiri Ubisoft Claude Guillemot Meninggal dalam Kecelakaan Pesawat

Pendiri Ubisoft Claude Guillemot Meninggal dalam Kecelakaan Pesawat

Claude Guillemot, salah satu pendiri Ubisoft, meninggal dalam kecelakaan pesawat di Prancis. Perusahaan sampaikan belasungkawa.

Ubisoft Tutup Dua Studio dan Pangkas Ratusan Karyawan di Tengah Restrukturisasi Besar

Ubisoft Tutup Dua Studio dan Pangkas Ratusan Karyawan di Tengah Restrukturisasi Besar

Ubisoft menutup studio di Kanada dan Serbia serta memangkas ratusan karyawan sebagai bagian dari restrukturisasi besar perusahaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer