Microsoft Rombak Besar Divisi Xbox, Ribuan Karyawan Terdampak PHK


RADARTUBAN - Microsoft baru-baru ini resmi mengumumkan restrukturisasi besar-besaran pada divisi Xbox dengan memangkas sekitar 3.200 karyawan.
Langkah ini menjadi perubahan terbesar sepanjang sejarah Xbox dan turut mengubah nasib sejumlah studio game di bawah naungannya.
Dalam kebijakan tersebut, Double Fine dan Compulsion Games akan dipisahkan menjadi studio independen dengan tetap membawa hak kekayaan intelektual (IP) serta katalog game mereka.
Sementara itu, Ninja Theory dan Undead Labs sedang diproses untuk bergabung dengan pemilik baru yang akan mendanai pengembangan Senua dan State of Decay 3.
Arkane Lyon juga disebut tengah menjalani pembahasan mengenai masa depannya.
Selain perubahan pada studio, Microsoft juga memangkas tenaga kerja di Activision, Blizzard, Bethesda, Mojang, King, dan Microsoft Game Studios. Meski begitu, Xbox menegaskan tidak ada proyek atau game first-party yang telah diumumkan ke publik yang dibatalkan akibat restrukturisasi ini.
Gelombang PHK dilakukan dalam dua tahap, yakni sekitar 1.600 karyawan diberhentikan pada Juli 2026, sementara 1.600 lainnya akan terdampak hingga akhir tahun fiskal 2027.
Orang nomor satu di Xbox, Asha Sharma, mengakui keputusan tersebut sangat berat, namun menilai kondisi bisnis Xbox saat ini tidak lagi sehat.
Menurutnya, pertumbuhan Game Pass, strategi multiplatform, dan ekspansi konten belum mampu memenuhi target perusahaan.
Apalagi industri game juga tengah menghadapi krisis perangkat keras yang disebut sebagai yang paling berat sepanjang sejarah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




