Mesin EUV ASML Rp 6 Triliun Selamatkan Masa Depan HP dan Komputer Dunia

RADARTUBAN - Mesin EUV ASML senilai 350 juta euro atau setara Rp 6 triliun menjadi penyelamat utama masa depan teknologi ponsel pintar (smartphone), komputer, hingga pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence) dunia.
Tanpa kehadiran perangkat litografi canggih ini, kemajuan industri mikroprosesor dan cip global diproyeksikan bakal mati suri sejak dekade lalu.
Penjelasan komprehensif mengenai peranti canggih buatan perusahaan ASML asal Belanda tersebut diulas secara mendalam oleh kanal YouTube ilmiah populer, Veritasium.
Perangkat raksasa bernama Extreme Ultraviolet (EUV) Lithography ini disebut-sebut sebagai mesin komersial paling rumit dan presisi yang pernah dibuat oleh peradaban manusia.
Ketangguhan teknis mesin EUV ASML terlihat dari kinerjanya yang mampu menembak tetesan timah panas seukuran sel darah menggunakan laser sebanyak 50 ribu kali hanya dalam waktu satu detik.
Tembakan tersebut menghasilkan suhu ekstrem hingga 220 ribu derajat Celsius, atau 40 kali lebih panas dibandingkan permukaan matahari.
Solusi Kebuntuan Hukum Moore dan Ukuran Transistor
Selama puluhan tahun, industri teknologi global sangat bergantung pada Hukum Moore, yaitu asumsi bahwa jumlah transistor dalam satu cip mikroprosesor akan berlipat ganda setiap dua tahun sekali.
Pertumbuhan transistor ini krusial untuk membuat kinerja perangkat elektronik semakin cepat sekaligus hemat konsumsi daya.
Namun, ketika ukuran komponen sirkuit menyusut hingga skala nanometer, metode pencetakan fisik menggunakan gelombang cahaya tampak biasa mengalami kegagalan.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




