Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

ROM Kustom Terancam? Google Hilangkan Driver Pixel dari AOSP di Android 16

Andika Julia Perdana Putra • Jumat, 13 Juni 2025 | 20:03 WIB
Ilustrasi ROM Kustom LineageOS.
Ilustrasi ROM Kustom LineageOS.

RADARTUBAN - Google baru saja merilis kode sumber Android 16 ke Android Open Source Project atau AOSP.

Tetapi perilisan ini membawa perubahan signifikan yang memicu kekhawatiran dikalangan pengembang.

Untuk pertama kalinya, Google tidak menyertakan pohon perangkat (device tree) untuk seri Pixel.

Selain itu perusahaan tersebut juga tidak mengunggah driver binary baru dan riwayat komit lengkap untuk kernel.

Padahal sebelumnya elemen-elemen tersebut rutin dibagikan oleh Google setiap perilisan AOSP.

Langkah ini terjadi setelah Google mengumumkan bahwa pengembangan Android kini akan difokuskan secara tertutup guna menyederhanakan proses internal.

Kendati begitu, keputusan untuk tidak menyertakan dukungan terhadap perangkat Pixel membuat komunitas ROM kustom gelisah.

Kustom ROM seperti LineageOS dan GrapheneOS, khawatir Google akan menghentikan proyek AOSP secara bertahap.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, VP Platform Android Google, Seang Chau, menegaskan bahwa proyek AOSP tidak akan diberhentikan Google.

Dia menegaskan bahwa penghilangan dukungan untuk perangkat Pixel memang disengaja.

Sebagai gantinya, Google kini menghadirkan Cuttlefish, perangkat Android virtual berbasis PC, sebagai referensi utama AOSP.

Cuttlefish dianggap lebih fleksibel karena tidak tergantung pada perangkat yang telah hadir di pasaran, termasuk milik Google sendiri.

Hanya saja, perubahan ini tetap menyulitkan para pengembang ROM kustom. Sebelumnya, mereka cukup mengambil konfigurasi dari Google dan kemudian menambahkan modifikasi sesuai keperluan.

Tetapi sekarang pengembang ROM harus menebak dan merekayasa ulang device tree secara mandiri. Hal ini akan memakan waktu dan tenaga yang lebih banyak.

Hilangnya riwayat komit kernel juga menghambat dalam melacak perubahan dan integrasi patch keamanan yang dirilis oleh Google.

Kendati Google tak wajib membagikan data tersebut, tetapi selama ini mereka menjadi salah satu dari sedikit produsen smartphone yang terus konsisten membagikan kode sumber perangkatnya.

Sebelumnya Pixel dikenal sebagai perangkat referensi AOSP. Tetapi dengan perubahan ini, Pixel kini diperlakukan sama seperti perangkat Android lainnya.

Langkah ini memang menyederhanakan strategi internal Google, tetapi membuat pengembangan Android terbuka menjadi lebih sulit. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#android 16 #rom #google #open source