RADARTUBAN - Salah satu agensi VTuber yang paling populer, VShojo secara resmi mengumumkan penutupan operasionalnya setelah dilanda krisis internal.
Agensi yang dulu dipuji karena pendekatannya yang ramah terhadap kreator, kini harus runtuh karena kesalahan menajemen, kehilangan kepercayaan dari para talenta dan komunitasnya.
Titik kejatuhan VShojo berawal dari Ironmouse, salah satu VTuber yang berada dibawah naungannya, secara terbuka menyatakan untuk mengundurkan diri pada 21 Juli kemarin.
Dalam video yang diunggahnya, Ironmouse mengungkap alasan utama pengunduran dirinya tak lain karena manajemen VShojo dinilai gagal menyalurkan dana donasi sebesar $500 dillar yang dikumpulkan melalui acara subathon.
Rencananya uang donasi tersebut akan disalurkan ke yayasan amal Immune Deficiency Foundation (IDF) sebagai bentuk rasa terima kasih atas dukungan IDF dalam pengobatan Ironmouse sebagai pengidap penyakit imun langka, yakni CVID.
Pengumuman tersebut sontak memicu butterfly efect. Pasalnya dalam hitungan hari, 12 dari 13 VTuber dibawah naungan VShojo turut mengundurkan diri termasuk VTuber terkenal lain seperti KSON.
Sejumlah VTuber yang mengundurkan diri tersebut menyuarakan kekecewaan terhadap gaji yang tertahan, serta minimnya transparansi keuangan dari pihak manajemen VShojo.
Kegaduhan ini membuat CEO VShojo, Justin 'TheGunrun' Ignacio angkat suara melalui akun resmi VShojo di platform X.
Dalam pernyataannya dia mengungkapkan bertanggung jawab penuh atas kegagalan agensi yang dipimpinnya.
Ignacio mengakui VShojo telah mengumpulkan dana investasi untuk membangun platform yang berfokus pada kreator.
Hanya saja setelah menggelar banyak acara dan infrastruktur untuk mendukung VTuber, VShojo gagal membentuk bisnis yang berkelanjutan.
Selain itu, Ignacio juga mengakui sebagian dana yang dikumpulkan melalui penggalangan, digunakan untuk kepentingan operasi agensi.
Dia menyebut hal ini sebagai kesalahpahaman, hanya saja pengakuan tersebut justru membuat kepercayaan komunitas semakin hilang.
Kendati tanpa agensi, Ironmouse justru berhasil bangkit kembali. Saat meluncurkan kampanye amal independen, VTuber tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari $1,2 juta atau Rp 19 miliar lebih.
Tingginya angka donasi yang terkumpul sekaligus menjadi tanda bahwa meskipun VShojo telah runtuh tetapi pengaruh VTuber seperti Ironmouse tetap kuat dibenak komunitas.
Keruntuhan VShojo menjadi gambaran pahit dimana transparansi yang kepercayaan adalah fondasi utama dalam industri kreator digital yang kini semakin besar dan kompleks. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni