RADARTUBAN - Salah satu negara yang terletak di Timur Tengah yakni Qatar dilaporkan telah resmi memblokir akses ke platform game populer Roblox pada 13 Agustus lalu.
Akibat pemblokiran ini, pemain di seluruh Qatar tak lagi dapat mengakses Roblox melalui aplikasi maupun web.
Meskipun aplikasi tersebut masih dapat di unduh di Qatar, tetapi saat pemain mencoba membuka, akan muncul sebuah peringatan bertuliskan "tidak ada jaringan".
Sedangkan pada Roblox versi web akan muncul peringatan "situs ini tidak dapat dijangkau" yang menandakan pemerintah Qatar melakukan pembatasan secara penuh ke platform game tersebut.
Hingga kini pemerintah Qatar belum angkat suara mengenai dasar hukum pelarangan Roblox di negaranya.
Menurut laporan dari The Times of India, pemblokiran Roblox dipicu oleh tekanan besar dari media sosial Qatar yang menuntut pemerintah untuk mengambil tindakan tegas.
Tekanan tersebut mengangkat isu kekhawatiran mengenai potensi dampak negatif dari Roblox terhadap anak-anak, termasuk dugaan Interaksi yang berbahaya dan paparan konten yang tidak pantas.
Selain itu, adanya laporan mengenai perilaku predator dan bullying disebut menjadi salah satu faktor utama kenapa Qatar membekukan akses ke Roblox.
Seperti yang diketahui, Roblox merupakan salah satu platform game online terbesar di dunia. Platform ini memungkinkan jutaan pemain membuat dan memainkan game yang ada di dalamnya.
Popularitasnya yang tinggi, justru menuai banyak sorotan mengenai isu keamanan anak mengingat sebagian besar pemainnya berasal dari kalangan dibawah umur.
Qatar bukan menjadi negara pertama yang resmi memblokir akses Roblox. Sebelumnya ada Turki, Oman, dan Tiongkok yang mengambil langkah serupa dengan alasan moderasi yang lemah hingga mikrotransaksi yang agresif.
Upaya pemerintah Qatar dalam memblokir Roblox sejalan dengan tren global yang berupaya untuk melindungi pengguna muda dari konten yang tidak pantas dan kejahatan siber.
Tetapi, belum jelas apakah langkah Qatar tersebut bersifat permanen atau hanya sementara.
Selain itu, pihak Roblox Corporation hingga kini juga belum memberikan tanggapan resmi terkait pemblokiran di Qatar. Pasalnya pada kasus lain seperti di Turki, pihak Roblox aktif untuk bekerja sama dengan otoritas terkait demi mengembalikan aksesnya.
Bagi pengembang Roblox, langkah dari Qatar tersebut bisa menjadi pengingat bahwa meskipun popularitas platform terus merangkak naik, tetapi moderasi konten dan keamanan pengguna tetap menjadi faktor nomor satu yang harus di kedepankan.
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni