RADARTUBAN - Setelah bertahun-tahun berseteru di pengadilan, Epic Games dan Google dikabarkan akan mencapai kesepakatan penyelesaian sengketa hukum yang berawal pada tahun 2020 tersebut.
Perseteruan ini bermula ketika Epic menggugat Google atas praktik monopoli di Play Store, tak lama setelah perusahaan tersebut juga menggugat Apple atas kasus serupa.
Kini, kedua pihak dikabarkan telah sepakat sebuah proposal yang berpotensi akan mengubah lanskap distribusi aplikasi Android di seluruh dunia.
Presiden Ekosistem Android Google, Sameer Samat, mengumumkan kabar tersebut melalui unggahannya di platform X (sebelumnya Twitter).
Samat menjelaskan bahwa Google telah mengajukan serangkaian perubahan yang berfokus pada peningkatan fleksibilitas pengembangan, penurunan biaya layanan, dan perluasan sistem pembayaran tanpa mengorbankan keamanan pengguna.
Jika proposal dari Google tersebut disetujui oleh pengadilan, maka secara otomatis sengketa antara Epic dan Google resmi berakhir.
Hal ini bisa terjadi karena CEO Epic Games, Tim Sweeney mengatakan proposal yang diajukan Google tersebut sebagai solusi yang luar biasa sekaligus menegaskan visi Android sebagai platform yang terbuka.
Menurutnya, kesepakatan ini akan mempermudah pemasangan toko aplikasi pihak ketiga, menurunkan biaya layanan, dan mengizinkan layanan pembayaran pihak ketiga baik di aplikasi maupun via web.
Dalam pengumuman itu, Google juga berkomitmen untuk menurunkan biaya layanan menjadi 20 persen dan 9 persen tergantung pada jenis transaksi.
Selain itu, mulai versi Android berikutnya hingga tahun 2032, pengguna dapat menginstal toko aplikasi lain yang terdaftar pada situs web hanya dengan sekali klik.
Hal ini akan menghapus hambatan utama yang selama ini membatasi sistem distribusi aplikasi di luar Play Store.
Epic menilai keputusan ini jauh lebih baik jika dibandingkan tuntutan pengadilan yang hanya berlaku di Amerika Serikat.
Pasalnya perubahan yang ditawarkan oleh Google ini akan bersifat global dan dapat dirasakan oleh seluruh pengguna Android.
Jika pengadilan distrik AS menyetujui proposal ini, maka saga konflik antara Epic Games dan Google selama bertahun-tahun akan berakhir dan Android menjadi platform yang benar-benar terbuka bagi semua pengembang. (*/tia)
Editor : radar tuban digital